Kemenangan Kotak Kosong di Makassar Jadi Sejarah Baru Dalam Pilkada 2018, Ini Penyebabnya!

Int

Qodari menambahkan, menangnya kotak kosong di sejumlah daerah, khususnya di Makassar, tidak lain karena keputusan penduduknya yang telah melakukan pemilihan langsung.

Dia menilai pasangan yang kemudian diputuskan menjadi kotak kosong itu sebelumnya memiliki basis massa yang kuat, program yang baik, serta pro terhadap rakyat.

Selain itu, adanya partai politik yang kuat ditambah figur yang cukup terkenal atau populer dari kandidat lainnya.

"Pastinya itu jadi penentu. Makanya membuat mereka akhirnya keluar jadi pemenang setelah mengalahkan calon tunggal yang ada," tandasnya.

Diketahui, pasangan calon tunggal Pilkada Kota Makassar Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) dikalahkan oleh kotak kosong. Jika hasil akhir real count adalah kotak kosong unggul dari calon tunggal, Makassar akan menggelar kembali Pilkada selanjutnya pada 2020.

Appi-Cicu maju pada Pilkada Makassar dengan usungan 10 partai, yakni Partai Nasdem, Golkar, PDI-P, Gerindra, Hanura, PKB, PPP, PBB, PKS, dan PKPI. Koalisi besar ini mengantongi 43 dari 50 kursi parlemen Makassar. Dari hitung cepat yang dilakukan beberapa lembaga survei, kotak kosong unggul 53 persen suara. Sedangkan, calon tunggal Appi-Cicu memperoleh suara sebesar 46 persen.

Kotak kosong menjadi pesaing Appi-Cicu, setelah KPUD Makassar mendiskualifikasi pasangan petahana, Mohammad Ramdhan Pomanto yang berpasangan dengan Indira Mulyasari Paramusti (Diami). Diami maju dalam Pilkada Makassar 2018 melalui jalur perseorangan atau independen. Namun di tengah tahapan, terdapat sengketa Pilkada yang menyebabkan pasangan Diami terdiskualifikasi.

Selanjutnya 1 2