oleh

Terbukti! Rupiah Kian Terpuruk, Ucapan Rizal Ramli Benar

-News-434 views

BONEPOS.COM, JAKARTA – Melemahnya rupiah hingga sempat menembus angka Rp 14.600 per USD jadi pekerjaan rumah bagi pemerintah saat ini. Betap tidak, kondisi tersebut sebenarnya sudah diprediksi sekitar enam bulan lalu oleh ekonom senior Dr. Rizal Ramli.

Kala itu, pria yang akrab disapa RR tersebut telah mewanti-wanti bahwa ekonomi Indonesia sudah setengah lampu merah. Anjloknya rupiah  dan indeks saham menjadi tanda dari krisis ekonomi tersebut.

BNNK BONE

Namun seperti krisis ekonomi 1998 lalu, pemerintah justru tengah berbangga atas capaian ekonomi yang menurut mereka sedang on the track, tanpa mau mendengar peringatan bahwa ancaman ada di depan mata jika hanya andalkan utang. Hasilnya, krisis tetap terjadi.

Pemerintah yang kini digawangi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan justru sibuk membantah peringatan yang dikeluarkan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

“6 bulan lalu, RR sudah katakan badan ekonomi Indonesia sedang sakit, antibody kita lagi lemah. Tapi tim ekonomi Pak Jokowi sibuk bantah-bantah Rizal Ramli. Soal utang kepedean abis,” ujar RR dikutip dari RMOL.co, Selasa (14/8/2018).

Bagi Rizal, membaca indikasi krisis ekonomi itu mudah. Jika utang swasta besar, devisit berjalan besar, dan mata uang Indonesia overvalued delapan persen maka ekonomi akan bergejolak. Apalagi jika kondisi itu ditambah dengan sektor riil yang mandek dan cara pemerintah Indonesia hadapi makro ekonomi sangat konservatif.

Lebih-lebih, selama ini tim ekonomi Jokowi hanya mengandalkan pada pengetatan dan kontraksi pajak.

“Tim ekonomi Jokowi nggak ngerti kalau rupiah anjlok, semua indikator-indikator utang berubah cepat. Kena virus sedikit bisa cepat sakit. Tim ekonomi Pak Jokowi tidak memiliki kemampuan antisipatif. Bisanya hanya menunggu Godot!” tukasnya.

Komentar

News Feed