Peran Agent of Change Mahasiswa Memudar, Diambil Alih ‘Emak-Emak’

Ibu-ibu yang tergabung dalam Barisan Emak-emak Militan Indonesia melakukan aksi di depan istana menuntut Presiden Joko Widodo menurunkan harga sembako, (18/7/2018) lalu - Bonepos/Ist

BONEPOS.COM, JAKARTA -  Peran kritis mahasiswa menyikapi berbagai polemik bangsa dan penderitaan rakyat hari ini seolah lekang termakan zaman. Bahkan tergeser, dan diambil alih oleh 'emak-emak' militan.

Hal itu, disampaikan salah satu ibu rumah tangga asal Jakarta Selatan, Ferista Dian, Selasa 28 Agustus 2018.

"21 tahun yang lalu di bangsa ini jika melihat sikap penguasa yang otoriter dan bertangan besi, Mahasiswa dan para generasi muda menjadi baris terdepan dalam melakukan aksi protes dan pergerakkan di jalanan," kenang Ferista merindukan gerakan mahasiswa.

Menurutnya, saat ini peran generasi muda dan mahasiswa sebagai agen perubahan sudah mulai pudar seperti ditelan bumi. Mahasiswa dan generasi muda saat ini, lebih suka dengan dunia gemerlap dan kehidupan malam, tidak ada lagi sikap kritis.

"Peran Mahasiswa sebagai kaum pergerakkan mulai digantikan oleh emak-emak. Emak-emak pada saat ini lebih berani turun ke jalan menyuarakan aksi protes terhadap penguasa dan aparat," tandasnya.

Perubahan Mahasiswa menjadi ‘anak manis’ ini memang benar-benar kita lihat dan rasakan sekarang, terutama 4 tahun belakangan ini.

"Sekarang banyak kita jumpai emak-emak yang turun ke jalan dengan gigih dan berani dalam memperjuangkan haknya. Menjadi tanda tanya besar kenapa Mahasiswa sekarang tidak mau turun ke jalan? Apakah karena sifat Mahasiswa saat ini yang sudah tidak peduli lagi dengan masalah sosial di sekitarnya?," ujarnya.

"Atau memang karena emak-emak yang merasakan beratnya beban hidup sehari-hari, dimana harga berbagai kebutuhan pokok semakin naik," tutupnya.(ran)