oleh

NCID Sebut Jokowi Gagal Evaluasi Mendag dan Mentan Soal Impor

-News-272 views

BONEPOS.COM, BONE – Kebijakan impor beras hingga 2 juta ton yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK tidak hanya pengingkaran atas janji kampanyenya pada 2014 yang lalu.

Hal tersebut, ditegaskan oleh Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman.

BNNK BONE

Ia menilai, kesemrawutan data stok beras seperti yang diakui pemerintah menjadi bukti buruknya kinerja managemen pemerintah.

“Pemerintah jelas sudah melakukan pembohongan publik dengan menyatakan jika stok beras ditahun 2018 surplus. Atau jangan–jangan hal tesebut sengaja dilakukan agar ada pihak yang diuntungkan dengan dilakukannya impor beras tersebut mengingat jumlahnya pun cukup signifikan yang mencapai 2 juta ton”, tegas Jajat.

Menurut Jajat, isu impor hingga saat ini masih menjadi bagian isu penting dalam setiap peralihan kekuasaan, pencitraan yang selama ini dibangun pemerintah justru rusak akibat kinerja menterinya sendiri yang tidak profesional.

Mengingat saat ini, sudah masuk ditahun politik untuk menghindari dampak yang lebih jauh maka sepatutnya Jokowi segera mengevaluasi kinerja para menterinya yang sudah memberikan preseden buruk kepada pemerintah.

“Kebijakan mengimpor 2 juta ton beras seperti menjadi antitesa atas berbagai kebijakan Jokowi yang gagal mengembangkan kebijakan mencetak lahan pertanian baru dan janji memuliakan petani,” tuturnya.

“Untuk itu jika kedepan tidak ingin terus di bohongi program janji politik dari calon penguasa, sebaiknya rakyat harus bisa kritis dalam menilai berbagai solusi yang di tawarkan oleh para kandidat,” tutup Jajat.(ran)

Komentar

News Feed