Peluncuran 2 Buku Terbitan MIB Meriahkan Cafetaria

Peluncuran buku tobaine Mandar dan Ketik Jemari di Cafetaria Makassar - Bonepos/Ahmad Rusli

“Langkah awal untuk bisa menerbitkan, banyak orang yang paham tentang puisi tapi dia malu untuk menuliskan cuma dipendam, dan katanya santri itu terbelakang, kini hadir sebagai penulis,” tutur Muhammad Thoriq, alumni santri Darul Aman Gombara Makassar.

Ketika mendekati penamatan santri putra mendapatkan tantangan dari  kak Syaril,  Ketua Literasi Ponpes Darul Aman yang menyatakan bahwa ‘satu yang belum dipunya putra sebenarnya. Putra belum pernah menerbitkan buku’ dan akhirnya semua orang berpikir untuk membuat puisi.

“Saya  terinspirasi oleh seorang sastrawan bernama Pramoedya Ananta Toer. Saya  terinspirasi dengan beliau dalam keterbatasan pengasingan.  Beliau  yang diasingkan bisa menulis dan membuat karya sebaik itu, masa saya yang merdeka tidak!,” ujar Idham Fajri dengan semangat yang membara.

Santri Darul Aman juga berpikir kalau yang dibaca adalah puisi karya  sendiri, ada nilai lebih daripada puisinya orang yang harus disebarluaskan.

Baca juga: Membeludak! 13.000 Orang Pengunjung Banjiri PKM 2018

“Ini buku sangat bermanfaat untuk kita, teman-teman menulis dari  cita, rasa dan karsanya dia tuangkan dalam buku ini. Mungkin dalam percintaan ada mi cemburu, putus. baca ki buku ini langsung tersentuh hati ta. Beli ki ini murah ji 55 ribu,” ucap Reza Ahmada, penulis Ketik Jemari.

Di pertengahan dan di akhir acara, grup Nasyid Dama Voice dari Pesantren Darul Aman Gombara Makassar menghibur para peserta launching.

Kedua buku ini mendapatkan  pelayanan gratis launching dan promosi via sosmed serta rilis berita launching jika menerbitkan 100 eksemplar di MIB Indonesia.

Ahmad Rusli

Selanjutnya 1 2