oleh

Sudah 7 Tahun, Tersangka Sekdes Nagauleng Menggantung di Polres Bone

-Bone-471 views

BONEPOS.COM, BONE – Sekretaris Desa (Sekdes) Nagauleng Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Nurlaelah (43), terpaksa harus gigit jari. Pasalnya kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dipolisikan di Polres Bone sejak tahun 2011 silam belum ada keputusannya hingga saat ini. Ironisnya, pejabat desa tersebut disinyalir menyandang status tersangka kurang lebih 7 tahun.

Kepala Desa Nagauleng, Hamzah, mengatakan pihaknya menduga kasus bawahannya itu terjadi krimininalisasi, lantaran kasus lama sejak tahun 2011 belum ada penyelesaiannya hingga saat ini. Dalam laporan itu, kasus sertifikat tanah yang sudah diberikan kepada bersangkutan namun disangkal. Meski demikian, kasus sertifikat tanah itu jika memang hilang, masih bisa diganti.

BNNK BONE

“Ini kasus lama, sudah beberapa tahun menghilang, tapi kemudian muncul lagi dipermukaan. Ada apa ini ?. Kasian kalau begini terus statusnya tersangka sudah lama tapi belum ada penyelesaiannya,” ujar Hamzah.

Lanjut Hamzah, bahwa status tersangka bawahannya itu masih menjabat sebagai Sekdes di wilayahnya. olehnya itu meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing dan membesar besarkan masalah ini karena keputusan yang bersalah ada pada pengadilan.

“Kita tidak boleh berprasangka buruk. bagaimana nanti kalau tidak terbukti siapa yang akan mengembalikan nama baiknya,” tambahnya.

Pengamat Hukum, Ali Imran, mengatakan kasus melibatkan aparat desa di Kecamatan Cenrana harusnya selesai sesuai dengan jangka waktu Standar Operasi Pelayanan (SOP). apalagi kasus tersebut bukan kasus tinggi. Polisi harus menyelesaikan proses pidana tersebut jika terbukti proses hukum dilanjutkan dan jika tidak terbukti harus keluarkan SP3.

“Asas proses hukum cepat di kepolisian sudah tidak ada lagi. coba bandingkan kasus korupsi tidak lama setahun sudah dilimpahkan ke Kejaksaan,” ujarnya.

Pengacara senior ini meminta kepada kepolisian agar tidak memainkan kasus dan transparansi proses hukum. Karena kasus ini akan menjadi bias dan ketidakpercayaan publik terhadap proses hukum yang ada.

Dihubungi Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Dharma Negara SIK melalui ponselnya, aktif tapi tidak diangkat, begitupula dengan pesan singkat melalui Whatshapp juga tidak dibalas. (*)

Komentar

News Feed