oleh

Putranya Dianiaya Oknum TNI, Ibu di Bone Ini Syok dan Meninggal Dunia

-Bone-698 views

BONEPOS.COM, BONE – Mase, 40 tahun ibu dari Wawan 19 tahun, korban dugaan penganiayaan oleh oknum TNI di Bone, meninggal dunia. Dia diduga mengalami syok setelah melihat muka anaknya yang pulang ke rumah, babak belur dan berlumuran darah setelah dipukuli.

Wawan yang ditemui awak media mengatakan bahwa peristiwa penganiayaan terhadap dirinya itu terjadi di Desa Pasempe, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat 31 Agustus 2018 lalu. Dimana saat itu dirinya hendak ke Desa Ureng.

BNNK BONE

Saat dalam perjalanan kata Wawan, dirinya tiba-tiba dipanggil oleh tantenya yang meminta untuk diantar, sehingga seketika dirinya memberhentikan kendaraan miliknya dipinggir jalan. Namun disaat bersamaan, sepeda motor yang dikendarai oknum TNI berinisial LS itu datang dari belakang.

“Jadi motor saya dalam keadaan berhenti dipinggir jalan, sekitar satu menit kemudian oknum TNI ini tiba-tiba datang dari belakang dan langsung menabrak saya,” kata Wawan kepada Bonepos.com, Rabu 5 September 2018.

Tak tanggung-tanggung, usai menabrak, oknum TNI tersebut malah memukuli dirinya sebanyak tujuh kali dibagian wajah dan kepala hingga babak belur, bahkan ibunya meninggal dunia akibat shok mendengar dan meilihat kondisi anaknya.

“Saya langsung dipukuli. Saya terus meminta maaf tapi dia (oknum TNI) tak peduli dan terus memukul saya. Usai kejadian itu saya pun diantar pulang oleh keluarga, melihat wajah saya yang berlumuran darah ibu saya histeris dan langsung meninggal saat itu juga,” ungkap Wawan.

Hal itu pun dibenarkan Andi, keluarga yang juga adik dari ibu korban saat ditemui di Jl Orde Baru depan Kantor Kepolisian Militer (POM).

“Dia ini Babinsa di desa, memang orangnya dikenal arogan dan selalu ingin dihargai, tapi caranya salah. Terkait peristiwa itu, kami dari pihak keluarga pun sepakat melaporkan hal ini ke POM,” Ujar Andi

Terpisah, Dandim 1407 Bone Letkol Inf Mustamin yang dikonfirmasi via telepon mengatakan masalah tersebut ingin diselesaikan secara kekeluargaan tapi korban sedang berduka.

“Menurut keterangan anggota, dia (korban) berhenti tiba tiba didepan karena ada yang manggil, sebenarnya masalah ini kita mau selesaikan secara kekeluargaan tapi saat itu keluarga korban sementara berduka, karena jika dilarikan ke kepolisian kasian, karena korban tak punya surat surat dan tak pakai helm saat kejadian,” kata Dia.

Ditanya soal sanksi yang akan dijatuhka kepada anggotanya itu, Mustamin mengaku masih menunggu hasil pemerikasaan dari pihak POM.

Penulis: Iwan Taruna

Komentar

News Feed