oleh

Sanatang akan Bongkar Aktor Utama Dibalik Kasus Korupsi BSPS Bone

BONEPOS.COM, BONE – Kasus dugaan korupsi Dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kabupaten Bone Tahun 2012 bakal menyeret sejumlah nama-nama oknum pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Sanatang salah satu terpidana kasus BSPS yang dieksekusi Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Jumat, 6 September 2018 pagi tadi, secara blak-blakan menyebut adanya sejumlah pejabat yang ikut menikmati aliran dana dalam proyek yang merugikan negara sebesar Rp 800 juta itu.

BNNK BONE

“Insya Allah saya akan ungkap semuanya Dek. Ada beberapa pejabat yang terlibat dalam kasus ini dan jumlah yang diterimanya itu bervariasi ada yang sampai Rp 100 juta,” ungkap Sanatang saat dihubungi Bonepos.com melalui ponselnya, Jumat petang.

Wanita yang akrab disapa Ana ini menyebutkan, bahwa oknum pejabat yang diduga terlibat dalam kasus BSPS Bone ini berasal dari Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Bone. Dimana saat itu menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

“Yang jelas semua dokumen buktinya ada sama suami saya. Itu lengkap dengan kwitansi penerimaan uang, dimana saat itu saya berada di Surabaya dan ditelfon oleh oknum itu minta uang. Bahkan saat itu saya disuruh pinjam karena saat itu saya tidak punya uang. Inisialnya SA dan AY,” beber Ana.

Terpisah, pengamat hukum di Kabupaten Bone, Ali Imran yang dimintai tanggapannya mengatakan bahwa seharusnya semua pejabat yang terlibat dalam kasus tersebut ikut bertanggungjawab, jika ada korupsi didalamnya.

“Semua terlibat, disana itu ada PPTK, Pengawas. Ketika proyek ini bermasalah selesai dibayarkan namun proyek tidak selesai itu sudah jelas keterlibatannya. Mereka semua harus ikut bertanggungjawab, bukan hanya rekanan,” kata Ali Imran.

Untuk diketahui, proyek Dana Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS) berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2012. Dimana nilai anggarannya mencapai Rp. 2,37 miliar.

Dalam kasus tersebut, pengadilan menetapkan tiga orang terdakwa, mereka adalah, Nilawati, Sanatang dan Aditriana. Ketiganya divonis masing-masing 1 tahun 3 bulan.

Penulis : Andi Dedhy

Komentar

News Feed