Tradisi Perayaan 1 Muharram 1440 H di Berbagai Daerah

Sumber foto : goodnewsfromindonesia.id

Klaten, Jawa Tengah

Melakukan kegiatan laku prihatin dengan tidak tidur semalam suntuk atau 24 jam penuh. Kegiatan suroan ini diisi dengan acara selametan (kenduri) massal serta mengadakan pertunjukan Wayang Kulit semalam suntuk setiap tanggal tujuh Suro.

Suroan ini harus dilaksanakan hingga malam tanggal 7 suro. Karena sudah menjadi tradisi dan kewajiban bagi masyarakat Brangkal, Klaten. Ada kepercayaan yang diyakini mereka, apabila masyarakat tidak melaksanakan kegiatan tersebut, maka warga desa akan mendapatkan bencana karena dianggap tidak menjalankan kewajiban kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Masih di Jawa Tengah, adapula yang melakukan ritual di Temanggung. Tradisi acara ini dilakukan dengan bernyanyi bersama Kidung Jawi yang berjudul Dhandang Gula, dilanjutkan dengan acara Kacar-Kucur dan doa keselamatan bersama yang dipimpin oleh kaur keagamaan.

Ponorogo, Jawa Timur

Daerah Ponorogo ada Grebeg Suro namanya. Grebeg Suro merupakan kirab mengelilingi benteng keraton, puncaknya adalah pembagian tumpeng raksasa yang disediakan oleh pihak keraton. Tumpeng tersebut merupakan simbol keberkahan untuk masyarakat.

Masih di Jawa Timur. lereng Gunung Semeru di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Warga melestarikan ritual larung pendam setiap 1 Muharam. Tradisi ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan. Dengan tujuan yang sama, warga Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar tradisi adat sapi-sapian menyambut 1 Muharam.

Nur Atika Pratiwi

Selanjutnya 1 2