oleh

Peduli Sosial, Rahayu Usmi Sambangi Pasien Miskin di Rumah Sakit

-Bone-363 views

BONEPOS. COM, BONE— Rahayu Usmi, Ketua DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan menyambangi pasien miskin seorang balita, Muhammad Afif, 2 tahun yang terkena air panas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Watampone, Jumat, 14 September 2018.

Ayu sapaan akrabnya menemui pasien malang itu setelah mendapat kabar dari salah seorang yang memposting di salah satu media sosial facebook jika orang tuanya mengalami keterbatasan ekonomi untuk membeli obat. Selain itu, rasa iba juga memotivasi dirinya berkunjung melihat luka siraman air panas yang mengenai seluruh tubuh balita tersebut.

BNNK BONE

“Jangan ada malu kalau kita miskin. Balita ini harus sembuh, kita semua harus tolong menolong sesama jika ada tertimpa musibah, ” ujar Ayu.

Sementara itu, pasien muhammad Afif, masih terbaring kemas di rumah sakit umum tenriawaru Watampone di bangsal bedah. Saat terbaring, pasien ini masih merasakan kesakitan dan sekali kali menangis. Tampak dipembaringan bangsal B, afif dibaluti perban, di seluruh tubuhnya. Selain itu dia juga demam di infus dan masih membutuhkan perawatan medis.

Kedua orang tua bayi tersebut nampak masih shock lantaran masih menggunakan pelayanan umum swasta dan belum memiliki kartu BPJS dan KIS. Selama 4 hari dirawat, mengaku harus membeli obat salep yang harganya Rp85.000.

“Anjuran dokter kalau salep itu dipakai dua kali, tapi saya hanya pakai satu kali” ujar ibu bayi.

Menurut orang tua balita ini, bahwa anak ketiganya Afif dari empat bersaudara saat itu duduk diatas air mendidih usai kakaknya memasak air. Karena rumah yang kecil dan ruang makan yang terbatas, afif awalnya menyentuh panci dan kaget hingga mendudukinya.

“Saya langsung mengangkatnya, kalau tidak pasti lebih parah lagi sakitnya, ” ujarnya.

Orang tua Afif pun sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ayu yang telah memberikan bantuannya lantaran mengurangi beban dan bisa membayar keperluan perawatan anaknya itu. Berbeda dengan pada hari pertama, kedua dan ketiga di rumah sakit mengaku tidak mampu membeli obat.

Komentar

News Feed