DPC SATRIA Desak Pemkab Fasilitasi Siswa SMPN 22 Bulukumba

Siswa SMPN 22 Bulukumba belajar di bawah tenda darurat - Bonepos/Ist

BONEPOS.COM, BULUKUMBA - Sengketa lahan SMPN 22 Bulukumba yang berujung penyegelan sekolah terus menuai polemik dan keprihatinan pemerhati sosial dan aktivis Kabupaten Bulukumba.

Hal tersebut, diakui oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) Bulukumba, Basri, Senin (17//9/2018).

Diketahui, ratusan siswa SMP yang terletak di Desa Bontobiraeng Kecamatan Kajang Bulukumba, Sulawesi Selatan tersebut harus menumpang di SD.

Serta sebagian lainnya, harus rela belajar dibawah terik matahari dengan tenda darurat seadanya.

"Turut merasa prihatin melihat adik-adik kami (siswa SMPN 22 Bulukumba, red) harus terlantar dan tidak efektif menerima pelajaran atas persoalan ini," jelasnya.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Bulukumba segera mengambil jalan keluar agar anak-anak tidak terlantar.

"Sebagai warga negara, tiap individu berhak atas pendidikan yang layak. Negara menjamin hal tersebut dalam konstitusi negara kita," tegasnya.

Aktivis Bulukumba ini, juga meminta pemerintah provinsi memperhatikan atas permasalahan tersebut.

"Semoga pemprov juga turut memperhatikan permasalahan tersebut. Agar segera ada jalan keluar," harapnya.(*)