oleh

Harryadin Mahardika: Rupiah Perlu Operasi Plastik

-Opini-161 views

BONEPOS.COM – Bermain drama kini tidak melulu dimonopoli oleh para penggiat teater. Beberapa minggu ini contohnya, kita disuguhi aksi drama oleh para pengambil kebijakan yang mementaskan lakon “Rupiah Baik-Baik Saja”. Alur cerita utamanya berkisah tentang pelemahan Rupiah yang hanya bersifat sesaat, sehingga tidak perlu dikhawatirkan dampaknya terhadap perekonomian.

Drama ini tentu bisa menghibur penonton pada umumnya, yaitu masyarakat kebanyakan yang memang sedang haus hiburan karena hidup makin sulit. Tapi bagi para penonton yang kritis, yaitu pelaku pasar dan pengamat kebijakan, lakon ini sama sekali tidak menghibur karena akhir ceritanya bisa membahayakan tidak hanya bagi penulis skenario dan pemain dramanya, tapi juga bagi para penonton.

BNNK BONE

Betapa tidak? Pelemahan Rupiah yang terjadi selama lima tahun terakhir sebenarnya membuat kesejahteraan rakyat kita stagnan. Mau bukti? JIka dihitung dengan memasukkan variabel pelemahan Rupiah terhadap Dollar, maka posisi PDB per-kapita kita selama lima tahun tidak berubah banyak, 3.672 Dollar tahun 2013 dan cuma naik 3.876 Dollar di tahun 2017. Dan nilai itupun akan turun 11 persen tahun ini dengan posisi Rupiah yang melemah menjadi 15.100 Rupiah/Dollar hari ini.

Kegentingan inilah yang membuat pelemahan Rupiah tidak lagi boleh dianggap enteng. Setidaknya ada tiga hal yang membuat lakon drama Rupiah ini bisa membahayakan.

Pertama, para pelakon drama terus menutupi keengganan pemerintah memperbaiki keseimbangan eksternal Indonesia. Hal ini salah satunya tercermin dari langkah pemerintah yang melanjutkan ekspansi fiskal demi memberikan panggung bagi drama lain yang lebih besar, Pilpres 2019.

Kedua, ada upaya meyakinkan penonton bahwa tindakan dan keputusan yang diambil para aktor diatas panggung adalah benar-benar independen dari intervensi sang penulis skenario. Padahal penonton yang jeli saat ini dapat melihat bahwa para aktor tersebut tidak diberi kesempatan memainkan peran terbaiknya dengan lepas. Ini tercermin dari respon kebijakan pelemahan Rupiah yang diambil para aktor tersebut masih sekedar kosmetik belaka. Seperti pembatasan impor 900 jenis barang. Mereka tidak berani mengambil kebijakan yang drastis dan tidak populis, meski kebijakan seperti itu tentunya lebih strategis dalam memperbaiki fundamental Rupiah.

Komentar

News Feed