oleh

NCID: Acara IMF Lebih Baik Anggarannya Digunakan ke Palu dan Lombok

BONEPOS.COM, JAKARTA – Gelombang penolakan acara tuan rumah penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 8-14 Oktober di Bali semakin meluas.

Niat pemerintah yang bersikukuh tetap menyelenggarakan ajang internasional tersebut menuai sorotan tajam publik.

BNNK BONE

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman turut angkat bicara terkait niat pemerintah yang dipastikan bakal menghabiskan anggaran triliunan rupiah tersebut.

Menurutnya, pengeluaran anggaran yang begitu besar tidak tepat guna. Lanataran disaat yang sama bencana di Lombok NTB dan di Sulawesi Tengah butuh perhatian khusus. Serta jauh lebih butuh anggaran besar untuk pemulihan pasca bencana kedua daerah tersebut.

“Gelombang amarah publik akan memuncak jika pemerintah tak kunjung menunjukkan keseriusannya dalam pemulihan kondisi pasca bencana di dua daerah tersebut,” tegasnya.

Lebih jauh, Jajat meminta, agar Presiden Joko Widodo mampu mengambil sikap yang tepat menyikapi fenomena penolakan ajang internasional tersebut.

“Sebagai pemerintah kepedulian terhadap bencana tidak sekedar empati dan kunjungan sesaat. Lebih dari itu, dua daerah pasca gempa butuh pemulihan multidimensional. Salah satu diantaranya merealisasikan anggaran yang sesuai kebutuhan daerah tersebut,” tambahnya.

Komentar

News Feed