oleh

Bawaslu Sulsel Sosialisasi Pengawasan Partisipasi Pemilih di Hotel Novena Bone

-Bone-328 views

BONEPOS.COM, BONE – Jelang Pemilihan Umum 2019 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bawaslu Kabupaten Bone gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di Hotel Novena, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin 08 Oktober 2018 pukul 09.00 Wita.

Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Partai Politik, OMS, dan Media Massa Pada Pemilihan Umum Tahun 2019, dihadiri oleh Ketua Bawaslu Sulawesi Selatan, Pengurus Partai Politik, Organisasi Kepemudaan, dan Insan Pers.

BNNK BONE

Dalam sambutannya Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Laode Arumahi mengatakan bahwa pada kontestasi Pemilu 2019 mendatang sangat berbeda dari sebelumnya, pasalnya di Pemilu 2019 serentak antara DPR serta Presiden dan Wakil Presiden.

“Pemilu yang akan kita hadapi ini akan sangat berbeda dari sebelumnya, yang dulu itu pemilihan DPR baru Presiden dan Wakil Presiden. Jadi nanti ada lima surat suara, DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, serta Presiden dan Wakil Presiden. Nah, tentunya 10 Menit nantinya dibilik suara yang akan menentukan lima tahun kedepan,”ujar Laode Arumahi

Untuk diketahui Sosialisasi tersebut juga diisi tiga narasumber, yakni Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, Kabag Pemerintahan Bone, Ade Fariq Ashar dan Akademisi, Sarifah Zuhra.

Laode juga menjelaskan bahwa terkait Bawaslu Pro terhadap Mantan Koruptor bisa ikut dalam kontestasi Pileg 2019 mendatang, dirinya mengatakan ada regulasi dari Undang-undang meski ada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

“Ada regulasi mengatakan, Norma yang lebih tinggi mengesampingkan norma yang lebih rendah, dan Undang-undang lebih tinggi daripada PKPU itu. Nah, didalam Undang-undang telah menjelaskan bahwa Mantan Koruptor boleh menjadi Caleg, meski PKPU tidak memperbolehkan itu. Jadi kami tidak Pro terhadap Mantan Koruptor,”ungkapnya

Iwan Taruna

Komentar

News Feed