oleh

Tilang Elektronik, Hati – hati Foto Pelanggarnya Bakal Beredar di Sosmed

BONEPOS.COM – Kesadaran akan keselamatan di jalan raya menjadi hal yang sepele bagi masyarakat, contohnya saja, banyak kasus pelanggaran terjadi karena tidak menggunakan helm saat berkendara motor, memakai savety belt, dan melongos saat lampu lalu lintas berwarna merah menyala.

Kepolisian Ibu Kota Jakarta kini tengah gencar mengampanyekan pentingnya keselamatan di jalan raya. Road Safety Zero Accident jadi tema utama. Kampanye dilakukan sebagai bagian rangkaian HUT Korps Lalu Lintas Bhayangkara ke-63.

BNNK BONE

Dalam upaya tersebut kepolisian sebagai pembicara talk show menerangkan tentang budaya tertib lalu lintas harus digaungkan lagi kepada generasi milenial saat ini. Upaya pendekatan dilakukan dengan memanfaatan teknologi, media sosial misalnya.

Meski cara konvensional seperti pemberian teori serta praktik safety riding dan driving tetap dilakukan.Selain itu, kepolisian akan mengembangkan penegakan hukum yang didukung oleh elektronik.

“Kita sudah memasang beberapa kamera CCTV ANPR (Automatic Number Plate Recognition), di mana alat tersebut bisa langsung menangkap gambar atau meng-capture kendaraan yang melakukan pelanggaran lalu lintas,” Ungkap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budianto.

Dengan memanfaatkan teknologi, pihak kepolisian tidak akan bersentuhan langsung dengan pelanggar. CCTV tersebut bisa merekam serta meng-capture pelanggaran, pelat nomor kendaraan di lapangan kemudian terkoneksi di back office TMC Polda Metro Jaya.

Nanti akan ada petugas dari Subdit Gakkum dan Regident yang mengecek database tersebut. Data yang tersimpan di Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya nanti akan di analisis petugas lalu diberi penilaian apakah terjadi pelanggaran atau tidak.

“Kalau memang melanggar, pasal apa yang dilanggar. Ini sekaligus mengurangi persepsi buruk yang selama ini ada polisi dalam hal berdamai dengan pelanggar,” ujarnya.

Jika pengendara terbukti melakukan pelanggaran, polisi akan mengirimkan surat konfirmasi melalui e-mail, WhatsApp atau langsung ke alamat pelanggar. Tujuannya untuk memvalidasi data diri pemilik kendaraan. Polda Metro Jaya sendiri sudah mensosialisasikannya mulai 1 Oktober 2018.

Sebagai uji coba, CCTV dipasang dibeberapa lokasi dengan memberikan sanksi sosial. Foto-foto pelanggar sementara kita publish di media cetak atau online termasuk di media sosial. Ini merupakan sanksi sosial bagi mereka,” jelasnya lagi.

Dengan adanya kampanye Road Safety Zero Accident, polisi berharap bisa menekan angka kecelakaan yang cukup tinggi angkanya. Meskipun tahun ini mengalami penurunan.

Wah, semangat abdi negara!
Soon kalau percobaan ini berhasil bakal sampai ke daerah kita nih.

Editor : Nur Atika Pratiwi

Komentar

News Feed