oleh

Bandingkan Kutipan Prabowo, BPI Sebut Jokowi Blunder Gunakan Referensi Game of Trones

-News-391 views

BONEPOS.COM, JAKARTA – Meski gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih menghitung beberapa bulan. Namun, rivalitas kampanye kedua kandidat pasangan Capres dan Cawapres semakin tak terhindarkan.

Hal tersebut, dikemukakan oleh Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha, Senin (15/10/2018). Panji menilai materi kampanye kedua pihak sangat menentukan faktor keterpilihan dan mendongkrak elektabilitasnya di masyarakat.

BNNK BONE

Menurut Panji, sikap calon Presiden, Joko Widodo mengutip referensi Game of Trones dinilai terkesan blunder. “Jadi banyak hal yang perlu diperhatikan dalam materi kampanye apalagi mengambil referensi. Soal film (Game of Trones, red) tersebut, kurang sesuai dengan kelaziman bangsa Indonesia, contoh kecilnya soal tampilan syur, bahkan adegan kelompok LGBT juga dipertontonkan film tersebut,” tegas Panji.

Panji melanjutkan, membedah soal Game of Trones sangat jauh dari kata layak untuk dijadikan referensi formal apalagi seorang calon presiden.

“Pidato tersebut disiarkan dan diakses oleh publik dari semua kalangan. Mengukur kelayakan materi pidato tersebut sederhana, bagaimana bentuk pertanggungjawaban moral pak Jokowi terhadap generasi muda yang berlomba-lomba menonton film tersenut, belum lagi anak dibawah umur ditengah akses informasi yang semakin mudah,” tambah Panji.

Membandingkan, kutipan pidato Prabowo Subianto soal ‘Make Indonesia Great Again’ yang viral, perdebatannya jauh lebih produktif jika dibedah. Sebenarnya, istilah tersebut dari sebuah judul buku Membangun Kembali Indonesia Raya karya Prabowo.

“Setelah menelisik lebih jauh, saya juga membaca buku (Membangun Kembali Indonesia Raya, red) tersebut. Banyak gagasan-gagasan yang produktif untuk membangun negeri ini dari buku tersebut,” cetus Panji.

Lebih jauh, Panji menyebut, dari kedua fenomena yang mendapat respon masyarakat tersebut menunjukkan kualitas literatur yang sangat berbeda jauh. “Apapun hasilnya masyarakat tentu punya penilaian masing-masing soal kedua fenomena tersebut. Jika Jokowi mengambil literatur dari film fiksi, Prabowo justru mengutip referensi dari buku yang Ia tulis,” tutup Panji.(*)

Komentar

News Feed