oleh

Program 100 Hari Kerja, Andi Seto Asapa Bagikan Bibit ke Petani

BONEPOS.COM, SINJAI – Salah satu Program 100 hari kerja Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa adalah meningkatkan kesejahteraan petani dengan menyerahkan bantuan bibit bawang merah, bawang putih dan bibit cengkeh kepada petani di Kabupaten Sinjai.

Program tersebut mulai digalakkannya melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sinjai, Ahad (14/10/2018) kemarin.

BNNK BONE

Ia membagikan bantuan bibit untuk luas area 40 hektar melalui Koperasi Kopi Manipi Kelurahan Tassililu Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai.

Turut hadir, Ketua Komisi II DPRD Sinjai, serta unsur Tripika dan masyarakat setempat.

Lebih jauh, Andi Seto Gadhista Asapa menjelaskan bahwa pemberian bantuan bibit bagi petani di Sinjai tersebut merupakan salah satu program 100 hari kerja pemeritahannya bersama Hj. Andi Kartini Ottong pasca dirinya dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sinjai.

Ia berharap, bantuan bibit bawang merah, bawang putih, dan cengkeh tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan petani khususnya di Kecamatan Sinjai Barat.

“Jadi bantuan ini termasuk salah satu program seratus hari kerja kami, Alhamdulillah sudah di akomodasi dan hari ini disalurkan. Ini untuk menekan inflasi pasaran bawang di Sinjai agar tetap stabil meski harga bawang melonjak di daerah lain. Dan inshaa Allah kedepannya kita akan memfokuskan salah satu Desa atau Kelurahan di Sinjai Barat untuk dijadikan sentra pengembangan bawang merah,” kata Andi Seto

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sinjai, Hj. Marwatiah mengungkapkan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada 10 kelompok tani di Kelurahan Tassililu.

“Bantuan bibit ini terdiri dari 5 hektar bibit bawang merah dari pemkab Sinjai, 5 hektar bibit bawang putih dari APBN Satker Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian RI, serta 30 hektar bantuan bibit cengkeh dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel,” ujarnya.

Khusus bantuan bibit bawang putih, Marwatiah menuturkan bahwa ini yang pertama kali dikembangkan di Kabupaten Sinjai, sedangkan bawang merah sendiri telah dikembangkan sejak tahun 2015 lalu.

Meski, komoditi bawang putih masih uji coba pengembangan, Mantan Kadis Perberdayaan Perempuan dan KB Sinjai, ini optimis pengembangan bawang putih di Sinjai akan berhasil sesuai dengan harapan.

“Saya optimis akan berhasil karena iklim dan cuaca daerah pengembangan bawang putih seperti di Jawa sama dengan yang ada di Sinjai Barat,” tutupnya.(*)

Komentar

News Feed