oleh

Mahasiswa IAIN Bone Gelar Aksi Demo, Ini Tuntutannya

-Kampus-405 views

BONEPOS.COM, BONE – Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kabupaten Bone, menggelar aksi demo, di depan sekretariat Dewan Mahawasiswa (DEMA) IAIN, Jalan Hos Cokroaminoto, Watampone, Sulawesi Selatan, Rabu 17 Agustus 2018 pukul 13.30 Wita.

Usai menggelar aksi damai didepan sekretariat DEMA IAIN Bone, sejumlah massa aksi melanjutkan di depan gedung Rektor IAIN Bone, selanjutnya perwakilan massa aksi melakukan mediasi dengan Ketua Dewan Mahasiswa, Ketua Senat Mahasiswa, dan pihak birokrasi kampus dalam hal ini Kuasa Rektor atau Pelaksana Tugas Wakil Rektor I, Wakil Rektor III serta Biro Hukum.

BNNK BONE

Muhammad Nurazizam selaku Koordinator aksi damai mengatakan bahwa melalui aksi damai tersebut merupakan bentuk pengawalan kasus penyerangan terhadap sejumlah ormawa yang mengakibatkan beberapa fasilitas kampus rusak.

“Sebagai bentuk pertanggung jawaban SEMA dan DEMA untuk mengawal kasus ini sampai selesai dan sebagai bentuk kesepakatan bersama tuntutan aliansi mahasiswa yang telah disetujui bersama oleh DEMA dan SEMA dan aliansi mahasiswa sekaligus di saksikan bersama oleh kuasa rektor atau Pelaksana Rugas Warek 1, Warek 3 dan birohukum. Yang ditanda tangani bersama diatas kertas bermaterai 6.000,” kata Muhammad Nurazizam

Usai melalui tahapan mediasi dengan sejumlah pihak, aliansi mahasiswa IAIN Bone bersama Dewan Mahasiswa serta Senat Mahasiswa IAIN Bone kemudian mengumumkan hasil kesepakatan tersebut di depan gedung Rektor dihadapan sejumlah aksi massa aliansi Mahasiswa IAIN Bone.

“Aksi aliansi mahasiswa betul-betul menyuarakan kebenaran dan betul-betul turun aksi karena keharuman nama IAIN Bone, dengan melalui aksi ini dapat disaksikan bersama agar dapat menjadi evaluasi bersama demi kepentingan bersama,” ungkap Muhammad Nurazizam

Untuk diketahui, adapaun tuntuntan dari aksi damai tersebut adalah penyerangan yang terjadi pada tanggal 5 September 2018, dalam hal ini hasil pembicaraan Rektor Dema dan Sema bersama dengan pihak kepolisian mengusut berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, kedua ketika ada anggota ataupun jajaran dari Dema dan Sema yang terlibat dalam penyerangan fasilitas kampus dalam hal ini UKM.

Maka dengan itu seluruh pihak yang terlibat dengan sadar akan mengajukan pernyataan pemberhentian diri dalam melaksanakan tugas kepengurusan, tiga bersedia menyerahkan diri kepada pihak kepolisian jika terbukti bersalah.

Lanjut, yang keempat yakni bersedia menerima sanksi dari pihak kampus jika terbukti bersalah, lima mempertanggungjawabkan pengusutan secara tuntas terhadap pihak-pihak yang terkait dalam penyerangan fasilitas kampus dalam hal ini UKM dan terakhir sama-sama menjaga ketertiban dan keamanan kampus.

Penulis : Iwan Taruna

Komentar

News Feed