oleh

BPI Sebut Jokowi Blunder Gunakan Istilah Akhiri Politik Kebohongan

BONEPOS.COM, JAKARTA – Calon Presiden petahana, Joko Widodo kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial agar politik kebohongan segera diakhiri. Hal itu, Ia lontarkan saat pidato di puncak perayaan hari ulang tahun Partai Golkar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat (Ahad, 21/10/2018) kemarin.

Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha mengaku heran dengan pernyataan tersebut.

BNNK BONE

Ia menilai, justru yang identik dengan ‘politik kebohongan’ adalah kubu Jokowi sendiri.

“Alih-alih mengingatkan orang lain, publik justru menilai politik bohong itu kerap kali dilakukan oleh kubu Jokowi soal obral janji buy back indosat, rupiah akan menguat dan janji-janji kampanye yang tidak terealisasi di waktu 4 tahun kepemimpinan Jokowi” tutur Panji dalam keterangan tertulis yang diterima Bonepos.com, Selasa (23/10/2018).

Panji menilai, Jokowi tidak sadar bahwa pernyataan tersebut diibaratkan menepuk air didulang terpercik muka sendiri, jadi jika saat ini Jokowi menghimbau dalam Pemilu 2019 untuk tidak melakukan politik kebohongan sebaiknya Jokowi tak perlu mengeluarkan janji-janji terbaru untuk meraih simpati masyarakat di Pilpres 2019.

“Banyak pernyataan kontroversial pemerintah yang tidak sesuai dengan fakta dilapangan atau kejadian sebenarnya. Dua contoh terakhir pernyataan tumpang tindih izin soal proyek Meikarta dan akuisisi PT Freeport nyatanya belum terealisasi, jadi publik mengingatkan sebaiknya Jokowi memberikan contoh perilaku yang tidak masuk kategori politik kebohongan tersebut sebelum menyatakan komentar,” tandas Panji.(ran)

Komentar

News Feed