Mahasiswa FISIP Unsa Makassar Kuliah Politik Praktis di Kantor PPP Sulsel

BONEPOS.COM, MAKASSAR-- Mahasiswa Fisip Universitas Sawerigading (Unsa) Makassar, Senin sore (12/10/2018) melakukan kuliah lapangan tentang politik praktis di kantor DPW PPP Provinsi Sulsel, Jl. Sungan Saddang Makassar.

Rombongan mahasiswa ini didampingi para dosen yakni, Dekan Fisip Unsa, Dr. Muhammad Yahya, M.Si, Ketua Prodi S1 Sosiologi, Dr. Adi Sumandiyar, S.Sos, M.Si.

Ketua Prodi S1 Admistrasi Negara, Sulfiana, S.Sos, M.Si serta Ketua Laboratorium Sosiologi, Dr. Arda Senaman, M.Si.

Mahasiswa dan dosen berjumlah 35 orang diterima langsung oleh Ketua DPW PPP Sulsel, H. Muh Aras, S.Pd, MM.

Didampingi pengurus lainya, Dra. Maifah Anwar, M.Si (Wakil Ketua), Ashar Mattalitti, ST (Wakil Ketua), Mallapiang (Wakil Sekretaris), Ahmad Bahar (Wakil Sekretaris).

Dekan Fisip Unsa Makassar Dr. Muhammad Yahya, M.Si yang juga pengampu mata kuliah Pengantar Ilmu Politik, Sistem Politik Indonesia dan Sosiologi.

Saat penerimaan menjelaskan, tujuan ingin dicapai dari kuliah lapangan ini mendekatnya mahasiswa dengan pengetahuan tentang politik praktis, tandas doktor sosiologi politik PPs-UNM ini.

Selain itu agar mahasiwa semakin  mengerti serta memahami partai politik khususnya PPP secara kelembagaan (institusionalisasi), tegas doktor yang menulis disertasi dengan judul, Involusi Politik, Studi PPP pada Pemilu Legislatif Era Reformasi di Sulsel ini.

Sebelum melakukan studi lapangan, di ruang kuliah para mahasiswa dijejali dengan teori tentang partai politik mulai dari sejarah parpol.

Materi lainnya adalah peran dan fungsi parpol, serta parpol dan proses demokratisasi, ungkap mantan wartawan politik Harian Pedoman Rakyat Makassar ini.

Tahun sebelumnya kuliah lapangan telah dilakukan di  Kantor DPD PDI Perjuangan Sulsel, Partai Golkar Sulsel, Kantor KPU Provinsi Sulsel  serta Kantor Harian Tribun Timur Makassar.

Era Pragmatisme

Ketua DPW PPP Sulsel, Muh Aras kesempatan itu saat membawakan kuliah politik praktis mengatakan, jika ingin berpolitik maka harus pandai berbicara dan berdebat.

Berdebat untuk kepentingan rakyat dan jangan takut berpolitik jadilah pemuda yang bisa menginspirasi.

Era kekinian pragmatisme politk masyarakat masyarakat sangat luar biasa sehingga untuk bisa memenangkan suara rakyat memang butuh modal cukup besar, tandas alumni FKIP UVRI Makassar ini.

Walau demikian Aras tetap yakin ke depan dengan kehadiran generasi milenial akan hadir pertarungan gagasan, ide dan visi serta misi yang kuat.

Tetapi realitas politik hari ini pada pertarungan politik ide, gagasan, visi dan misi terabaikan karena yang mengemuka adalah gizi politik, ungkap pria kelahiran Soppeng ini.

Pada sesi tanya jawab ada empat mahasiswa bertanya yakni, Putri Ayu Hamdan, Rugaiyah Yusuf, Ikhsan dan Ikmal Umar.

Laporan: Putri Ayu Hamdan