Ratusan Petugas RSUD Sinjai Ikut Tes CPNS, Sejumlah Keluarga Pasien Tidak Terlayani

BONEPOS.COM, SINJAI--- Sejumlah keluarga pasien terpaksa harus pulang lantaran tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal oleh pihak petugas RSUD Sinjai, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Salah satunya, Azhari (35), warga yang berasal dari Kecamatan Sinjai Timur, hendak mengurus kelengkapan admistrasi rawat inap di Rumah Sakit Umum (RSUD) Sinjai, Rabu (21/11/18), merasa kesal karena ia harus menunggu beberapa jam untuk mendapatkan pelayanan pengurusan kepesertaan BPJS bagi anaknya yang sedang di rawat di RSUD Sinjai.

Menurut Azhari, bahwa keberadaannya di RSUD Sinjai tersebut sejak pukul 08:30 Wita, namun setelah dirinya menyerahkan berkas kelengkapannya ke salah satu petugas RSUD Sinjai yang bernama Irma, malah justru ia disuruh menunggu hingga pukul 13:30 Wita oleh petugas tersebut.

"Saya datang disini sejak jam 08:30 Pagi. Saya sudah antri. Namun ketika saya sodorkan Surat Keterangan Perawatan agar dibuatkan Surat Jaminan Kesehatan BPJS untuk di RSUD, malah saya disuruh datang jam setengah 2 siang. Setelah saya berusaha memberinya penjelasan, justru ia menjawab bahwa lebih mengutamakan dulu yang rawat jalan dibanding rawat inap. Jadi, berkas itu saya simpan dan terpaksa saya pulang ke rumah. Sangat disayangkan, pelayanan kesehatan kok ditunda-tunda," kesal Ashari.

Direktur RSUD Sinjai, dr.Amaluddin yang dikonfirmasi sejumlah awak media, melalui pesan WhatsAppnya mengakui kalau pihaknya sudah berusaha untuk mengefektifkan pelayanan di RSUD Sinjai. Namun, Amaluddin pun tidak menampik jika dari pihaknya sendiri terdapat ratusan petugas di RSUD Sinjai yang sedang mengikuti tes CPNS. Sehingga, juga merupakan salah satu faktor yang membuat pelayanan menjadi tidak maksimal.

"Saya sudah antisipasi pak. Mengefektifkan yang ada. Namun,
untuk minggu ini, petugas memang kurang oleh karena ikut tes CPNS sebanyak 156 orang," kata dr.Amaluddin melalui WhatsAppnya.

Diketahui, kondisi RSUD Sinjai pada jam 08;00 pagi, hingga jam 10:00 Pagi, nampak antrian keluarga pasien yang menunggu diluar lantaran ruang tunggu didalam sangat sempit dan fasilitas tempat duduk sangat terbatas.

SUPARMAN WARIUM