AYP Jalin Silaturahmi Panwas Cina, APK dan Kampanye Disoal

BONEPOS.COM, BONE--- Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Persatuan Pembangunan, Andi Yuslim Patawari (AYP) mendatangi Kantor Panwascam Cina Kabupaten Bone, Sekira pukul 13.30, WITA, Kamis, 22 November 2018.

AYP tiba seorang diri bersilaturahmi bersama komisioner Panwascam Cina dihadiri ketua Panwas Cina, Rusdi Fatah berdiskusi banyak tentang larangan dan pembolehan kampanye dan pemasangan Alat Peraga Kampanye yang saat ini belum dicetak oleh KPU Bone.

"Kita koordinasi dengan panwas, contoh apakah setiap caleg menghadiri kegiatan silaturahmi warga boleh atau larangan hadir pada saat itu ketika ada acara," imbuh Andi Yuslim.

Disamping itu, AYP yang berprofesi sebagai PNS di salah satu instansi di Kabupaten Pangkep rela melepaskan statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) lantaran memikirkan kepentingan umat. Padahal di usianya dengan jabatan PNS yang masih panjang.

"Saya di PPP, partai yang berazazkan Islam dan memiliki pemilih panatik saya merasa mewakili anak muda yang masuk di partai tua dengan modal pernah menjadi calon wakil bupati bone 2013. Dapil saya 9 Kabupaten di Sulsel dan Bone adalah basis utama," tuturnya.

AYP yang juga mantan calon wakil bupati Bone berpaket dengan Andi Irsan Idris Galigo lalu mengaku optimis dengan basis suara yang ada di Kabupaten Bone termasuk salah satunya adalah Kecamatan Cina.

"Saya apresiasi kinerja Panwas. Karena tugas dan tantangan berat yang dihadapinya. Soal APK saya tetap menunggu regulasi dari aturan dan tidak memasang sembarang tempat. Dan menjadi contoh bagi yang lain. Hari ini saya kordinasi dengan pengawas pemilu agar menjadi panutan bagi yang yang lain," ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panwas Cina, Rusdi Fatah mengapresiasi positif kedatangan caleg pusat yang datang ke kantornya. Pihaknya menilai kordinasi dengan caleg bisa berkordinasi banyak tentang kepemiluan.

"Saya kira ini hal yang sangat bagus, karena banyak caleg mungkin tidak mengetahui regulasi yang ada atau caleg yang alergi kepada pengawas pemilu. Sekarang pertanyaan, apakah semua caleg sudah paham aturan yang ada karena faktanya dari APK yang beredar banyak dugaan pelanggaran. Belum lagi kampanye yang harus melapor di kepolisian dan di panwas," ujarnya.

Andi Ilham