Program Bedah Rumah Jadi Percontohan, Ini Harapan Wakil Bupati Bulukumba

BONEPOS.COM, BULUKUMBA - Masyarakat Kelurahan Ballasaraja, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, gelar syukuran atas bantuan pemerintah terkait program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Kamis, 22 November 2018.

Sebagai wujud terima kasih atas Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dikenal sebagai program bedah rumah, masyarakat Ballasaraja bersama Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto gelar syukuran atas bantuan pemerintah tersebut.

Diketahui, sebanyak 60 orang warga Kelurahan Ballasaraja yang mendapatkan bantuan BSPS untuk jangka waktu tahun 2017 - 2018.

Andi Asdar, Lurah Ballasaraja mengaku bahwa Kelurahan Ballasaraja menjadi daerah percontohan di Kabupaten Bulukumba atas pembangunannya. Dia juga berharap pada masa mendatang Ballasaraja kembali mendapatkan bantuan tersebut.

"Kita berharap dimasa mendatang program ini akan terus berlanjut khususnya di Ballasaraja karena masih ada sekitar 35 rumah yang tidak layak tapi belum dibedah,"ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria mengapresiasi karena pembangunan BSPS di Ballasaraja dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Dengan dijadikannya Ballasaraja sebagai percontohan, dia juga berharap hal tersebut dapat dihargai dan dijaga,

"Banyak sekali saudara kita diluar sana yang belum mendapatkan kesempatan seperti yang kita dapatkan ini. Karena kita mendapatkannya dari ratusan bahkan ribuan, maka wajib untuk kita syukuri,"kata Tomy.

Silaturahmi ini diakhiri dengan diskusi lepas mengenai permasalahan masyarakat Ballasaraja yang dialami belakangan ini diantaranya pada sektor pembangunan jalan, sektor pertanian, dan bantuan sosial terhadap orang tua jompo.

Marjuni, warga Lingkungan Bontorihu berharap kepada pemerintah daerah untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Jawi-Jawi dan Kelurahan Ballasaraja di Kampung Lete'e segera terwujud. Termasuk bantuan sosial terhadap orang tua jompo.

Di sektor pertanian, warga mengeluhkan harga pupuk yang terlalu tinggi dan adanya permainan oleh pengecer yang menaikkan harga pupuk dari semestinya.

Menjawab keluhan warga, Tomy mengaku akan segera melakukan peninjauan dengan melibatkan kepala dinas yang terkait.

"Soal jembatan penghubung ini, saya akan memanggil pimpinan Lonsum untuk bicarakan, karena melalui area perkebunan PT. Lonsum," ungkapnya.

IWAN TARUNA