Pasca Kerusuhan di UIM, Polisi Pertemukan Mahasiswa Bone dan Palopo

Pasca bentrok antar mahasiswa di Universitas Islam Makassar (UIM) Kamis, 1 November 2018 lalu, Aparat Kepolisian akhirnya mempertemukan kedua organisasi daerah (Organda) Mahasiswa asal Bone dan Polopo, di Warkop Ardan Masogi, Kota Makassar, Selasa, 27 November 2018 malam. (BONEPOS.COM - IST).

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Pasca bentrok antar mahasiswa di Universitas Islam Makassar (UIM) Kamis, 1 November 2018 lalu, Aparat Kepolisian akhirnya mempertemukan kedua organisasi daerah (Organda) Mahasiswa asal Bone dan Polopo.

Pertemuan yang digelar di Warkop Ardan Masogi, Kota Makassar, Selasa, 27 November 2018 malam itu dihadiri oleh sejumlah mahasiswa Bone dan Palopo dan Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Edi Gunawan dan Personil Intelkam Polsek Tamalanrea.

Dihadapan mahasiswa, Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Edi Gunawan mengajak kepada kedua kelompok mahasiswa untuk menyudahi perselisihan, mengingat pelaku utama dari kerusuhan di kampus UIM yakni, Dewa, sudah diamankan oleh Polis.

"Jangan lagi ada saling mencari antara organda Bone maupun organda Palopo di Kampus UIM mari kita sudahi permasaalahan tersebut sehingga perkuliahan kembali normal seperti biasa dan untuk proses hukum biarkan tetap berjalan," ajak Edi.

Sementara itu, Anno selaku mahasiswa Organda Palopo mengatakan, bahwa terkait dengan pertemuan tersebut akan menyampaikan kepada lembaganya untuk dibicarakan secara kelembagaan agar kedepannya tidak ada lagi permasaalah.

Ditempat yang sama, Andi Emmang selaku pihak yang memediasi pertemuan tersebut berharap kedua kubu untuk menyudahi permasaalah yang telah terjadi di Kampus UIM dan di buatkan hitam di atas putih sehingga perkuliahan di Kampus UIM kembali berjalan secara normal.

"Biarkan proses hukum yang saat ini tetap berjalan. Mari saling merangkul dan tidak ada lagi ketakutan untuk masuk kuliah di Kampus UIM," harapnya.

Terpisah, Politisi Muda asal Bone, Andi Yuslim Patawari yang dimintai tanggapannya terkait pertemuan tersebut, mengaku sangat senang, pasalnya, dengan adanya pertemuan kedua kelompok mahasiswa tersebut, tidak ada lagi pertikaian yang terjadi di kampus UIM.

"Saya merasa senang dengan silaturrahmi kedua keluarga besar dan jangan lagi terulang kembali. Kalau ada hal yang bisa menimbulkan konflik ada baiknya tabayyun (konfirmasi) karena kita semua bersaudara ada hub darah palopo dan bone," ungkapnya.

Penulis: Ahmad Rusli