Bentrokan Polisi dan Mahasiswa, Ketua HMI Sinjai Minta Kapolres Bertanggung Jawab

Kekerasan aparat saat coba mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa HMI Cabang Sinjai - BONEPOS.COM

BONEPOS.COM, SINJAI - Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Andi Anis, meminta agar Kapolres Sinjai, AKBP Sebpril Sesa ikut bertanggung jawab atas terjadinya insiden bentrokan antara rekan Mahasiswa Cabang HMI Sinjai dengan beberapa oknum anggota kepolisian Polres Sinjai, Kamis (29/11/2018).

Menurut Anis, bahwa ada beberapa oknum anggota kepolisian Polres Sinjai yang ada di lokasi tersebut terlibat melakukan tindakan yang sudah diluar batas saat terjadinya bentrokan.

Anis menjelaskan bahwa saat rekan Mahasiswa HMI Cabang Sinjai turun ke jalan untuk melakukan aksi menolak pinjaman 200 Miliar tersebut, beberapa oknum anggota kepolisian Polres Sinjai mencoba berusaha memadamkan kobaran api yang berada ditengah-tengah lingkaran Mahasiswa.

"Saya minta bapak Kapolres Sinjai ikut bertanggung jawab atas insiden ini. Rekan-rekan mahasiswa banyak yang mengalami gangguan pernafasan akibat gas pemadam yang berasal dari tabung yang di semprotkan oleh oknum polisi itu, banyak mengenai rekan mahasiswa sehingga mengakibatkan sesak nafas. Selain itu ada beberapa rekan yang mengalami luka dan satu orang di larikan ke rumah sakit," kata Anis.

Anis juga berharap kepada Kapolres Sinjai agar oknum-oknum yang terlibat bentrok terhadap mahasiswa HMI Sinjai segera ditindak dan di proses hukum.

"Sekarang saya menuju kerumah sakit umum Sinjai untuk melakukan Visum. Ada beberapa rekan mahasiswa yang mengalami luka akibat bentrokan tadi. Saya minta bapak Kapolres Sinjai segera menindak dan melakukan proses hukum terhadap oknum-oknum Polisi yang terlibat," tegas Andi Anis.

Kapolres Sinjai, Ajun Komisaris Besar Polisi AKBP Sebpril Sesa yang dikonfirmasi bonepos.com, mengatakan bahwa untuk menyampaikan aspirasi memang sudah diatur oleh Undang-undang yang didalamnya sudah ada hal-hal yang mengatur mengenai hak dan kewajiban.

Sebpril Sesa juga menjelaskan bahwa kewajiban sebagai penyampai aspirasi tentu diatur oleh Undang-undang tersebut, dimana wajib menjaga ketertiban umum dengan melakukan cara-cara yang sesuai Undang-undang.

"Pemberitahuan aksi ini kami baru dapatkan tadi subuh. Seharusnya 3X24 Jam ada pemberitahuan kepada kami agar kita dapat memberikan pelayanan. Penyampaian demonstrasi tidak dilarang, itu kan hak-hak demokrasi. Namun demikian, kita bebas menyampaikan pendapat, dengan catatan ada aturan yang harus dipatuhi, yaitu tidak mengganggu ketertiban umum dan menghargai hak-hak orang lain dengan tidak mengganggu ketertiban dijalan," jelas AKBP Sebpril Sesa.

Selain itu, Kapolres Sinjai Sebpril Sesa meminta maaf kepada pihak mahasiswa HMI Sinjai terkait insiden tersebut.

"Anggota kami juga ada yang kena semprotan dari tabung gas kebakaran itu. Bahkan, ada juga anggota kami yang terkena pentungan kayu. Selain itu, beberapa guru dan murid-murid TK merasa terganggu dan keluar dari ruangannya karena asap dari bakar ban itu masuk kedalam ruangan. Namun demikian, saya minta maaf atas kejadian ini dan mengenai adanya keterlibatan oknum anggota kami yang bertindak diluar batas, tentu perlu saya dalami dan mencari pembuktian dulu.
Harapan saya, silahkan adik-adik Mahasiswa menyampaikan aspirasinya dengan cara yang baik, apakah dengan cara diskusi atau dengan cara demonstrasi yang santun, dan tidak melakukan pembakaran ban yang tentunya dapat mengganggu masyarakat," harap Kapolres Sinjai.

SUPARMAN WARIUM