Janji Pilpres Tak Terealisasi, BPI Nilai Jokowi Gagap Tawarkan Janji Baru

Joko Widodo. BONEPOS.COM/INT

BONEPOS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, calon presiden nomor urut 01 Jokowi yang juga pertahana saat ini menjadi sorotan publik. Pasalnya, hingga saat ini capres petahana tersebut belum juga melontarkan program-program atau janji kampanye untuk Pilpres 2019.

“Saat ini Jokowi lebih condong melakukan kampanye sensasional melontarkan statement-statement kontorversi untuk mencari simpati rakyat. Jokowi perlu menwarkan janji kampanye atau program kepada rakyat, karena rakyat saat ini menunggu hal tersebut, jujur saja akar rumput kebingungan mencari alasan kenapa Jokowi harus dipilih lagi, selain hanya tagline #Jokowiduaperiode?”, tutur Panji

Panji menambahkan, bagaimanapun Jokowi perlu menawarkan sesuatu program kerja atau janji kampenya untuk meyakinkan rakyat agar memilih Jokowi yang kedua kali.

Ia menyebut, kalau hanya politik sensasi untuk meraih simpati sangat keliru karena popularistas Jokowi sebagai Presiden RI tak perlu diragukan lagi.

Menurutnya, perlu digaris bawahi yang dicari Jokowi adalah elektabilitas bukan popularitas. Maka tawarkan janji kampanye kepada rakyat agar elektabilitas Jokowi bisa saja menguat. Walaupun dari sudut pandang rakyat banyak yang mengatakan jika Jokowi berjanji justru akan menjadi blunder politik karena janji lima tahun sewaktu Pilpres 2014 masih banyak yang belum terealisasi.

“Jokowi mungkin saja dilema jika membuat program kerja atau semacam janji kampanye untuk 2019, karena rakyat pasti banyak yang menagih janji-janji kampanye yang sebelumnya," sebut Panji.

Lebih jauh, Panji menilai, saat ini pihak kompetitor politik Jokowi saat ini sedang gencar menawarkan program kerja atau janji kampanye soal ekonomi.

"Disisi lain Jokowi masih berkutat kepada hal-hal yang tak substansi, jika terus menerus Jokowi melakukan strategi politik seperti ini dan tidak menawarkan suatu program kerja rasional lima tahun kedepan kepada rakyat bukan tidak mungkin tidak ada alasan bagi rakyat untuk memilih Jokowi kedua kalinya”, tutup Panji.(ran)