Demo Mahasiswa HMI di Kantor PDAM Bone Ricuh, Begini Kronologinya

Koordinator lapangan aksi demo HMI Bone, Iwan Taruna menderita luka pendarahan di bagian wajah. (BONEPOS.COM - SUGIANTO WARIUM).

BONEPOS.COM, BONE - Ratusan Mahasiswa tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone menggelar unjuk rasa di depan Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bone, Sulawesi Selatan Jalan Gunung Jaya Wijaya, Watampone, Jumat 30 November 2018.

Aksi para mahasiswa yang mewakili masyarakat Bone ini sempat diwarnai ricuh saling dorong menyusul aksi mahasiswa mendesak pimpinan PDAM untuk menemui pengunjuk rasa.

Aksi damai itu terus memanas saat para pendemo mendesak Direktur PDAM untuk berdialog guna meminta penjelasan tentang kenaikan tarif air 50 persen yang diberkakukan oleh PDAM itu.

Baca Juga: Demo di Kantor PDAM Bone, Mahasiswa HMI Dipukuli Hingga Berdarah

Kepala PDAM Bone Andi Sofyan Galigo akhirnya mau datang menemui pendemo dan langsung melakukan dialog.

Menurut Direktur PDAM Bone bahwa, kenaikan tarif itu atas adanya dasar audit BPKP, dan kenaikan itu karena petunjuk. "Jadi bukan kemauan direksi yang seenaknya menaikkan tarif, tapi itu atas dasar rekomendasi," kilahnya.

Ketua Umum HMI Cabang Bone, Muhammad Sabir beserta jajarannya pun tak menerima alasan itu dan terus mendesak kenaikan tarif air 50 persen itu dicabut. Karena dialog mengalami jalan buntu akhirnya bentrokan pun tak terhindarkan.

Mahasiswa HMI dari delapan komisariat itu saat melakukan orasi bermaksud membakar ban namun dihadang oleh sejumlah karyawan PDAM yang tersulut emosi dan peristiwa bentrokan pun pecah antara mahasiswa dengan pihak PDAM.

Akibat peristiwa itu Koordiantor aksi Iwan Taruna mengalami luka pendarahan pada bagian mulut dan hidung

Sementara dari pihak PDAM bernama A Galib jatuh pingsan karena shock dan dilarikan ke Rumah Sakit. Selain itu korban lainnya adalah salah satu kendaraan milik karyawan PDAM rusak berat akibat sasaran amukan massa.

"Kami hadir untuk berjuang demi rakyat aksi ini bentuk keprihatinan atas kenaikan tarif yang diberlakukan oleh PDAM Bone itu sudah tidak berpihak pada rakyat," kata Koorlap Iwan Taruna.

Dalam peristiwa ini sejumlah aparat kepolisian dikerahkan guna mengamankan lokasi TKP.

Penulis: Sugianto Warium