OPINI: Balap Ojek Gabah di Bone

M. Awaluddin A (BONEPOS.COM - SMUDGE)

Oleh : M. Awaluddin A.

Kearifan lokal dan peningkatan ekonomi lokal

Pesta Panen yang sering disandingkan dengan Pesta Rakyat manjadi hiburan baru untuk masyarakat Kabupaten Bone. Dimana didalamnya sering dibungkus dengan 1 event menarik baru yakni balap ojek gabah. 3 minggu terkhir ini rutin dilaksanakan tiap minggu terhitung di Desa Panyili bersamaan dengan Desa Siame Kecamatan Palakka (17-18 Nov 2018), Desa Ulo Kecamatan Tellu SiattingE (24-25 Nov 2018) dan Sabtu ini (1-2 Des 2018) rencananya di Desa Waji Kecamatan Tellu SiattingE.

Event ini sepintas adalah event kampung yang melibatkan petani, namun siapa sangka event ini menjadi hal yang sangat menarik dari banyak sudut pandang, khususnya sebagai penggerak pendapatan ekonomi masyarakat. Penggerak ekonomi dimulai dari pedagang kaki lima yang berjualan di sekeliling arena kegiatan. Ekonomi lainnya adalah meningkatnya pendapatan bengkel-bengkel lokal, baik bengkel las maupun bengkel motor.

Identifikasi paling dekat untuk peningkatan ekonomi akibat kegiatan ini adalah, apabilia kita coba menanyakan 1 jenis ban yang digunakan oleh banyak pembalap ojek yakni ban belakang lingkar 16 (90/100), khusus seperti yang digunakan di kondisi jalan berlumpur. Maka akan mengensankan, karena di Bone hampir menghilang ban dimaksud, layaknya Solar dan Premium yang menghilang di SPBU. Menghilangnya bukan karena dibatasi pasokannya seperti yang terjadi di SPB, namun ini karena peningkatan akan kebutuhan bannya.

Bila bercerita tentang ekonomi maka ekonomi yang dimaksud disini adalah pendapatan masyarakat. Dalam kegiatan balap ojek gabah ini akan kita temukan rantai dari perputaran ekonomi dimaksud. Ada beberapa titik atau roda ekonomi yang akan digerakkan oleh kegiatan ini seperti yang telah dituliskan diatas, tapi coba kita telisik lebih dalam lagi.

Untuk mempersiapkan 1 tim mengikuti kejuaraan balap ojek gabah ini, dibutuhkan motor dengan kualifikasi yang sesuai. Motor itu dimulai dari rangka yang harus disesuaikan, maka ada besi khusus, ada las khusus dan ada jasa didalamnya. Setelah itu, ada mesin yang mungkin akan diatur oleh mekanik, didalamnya ada jasa mekanik, jasa over size bengkel dan jasa lainnya. Ekseterior motor dan pelengkap di dalam kompenennya ada kap motor, ban, oli, desain sticker, baju tim dan lain-lain.

Khusus untuk mempersiapkan 1 unit motor saja maka ada banyak pelaku usaha yang dilibatkan utamanya bengkel lokal atau bengkel kecil, bengkel las, percetakan. Dalam mempersiapkan tim ini menjadikan bengkel adalah tempat nongkrong yang saat nongkrong sesekali makan bersama dengan nasi kuning ala Bone. Bisa kita bayangkan bila ada 3 motor yang dipersiapkan oleh 1 tim dan ada 20 tim yang kita perkirakan ikut berlaga dalam 1 event, estimasinya ada 60 motor yang ikut dalam laga bahkan bisa lebih dari itu.

Dilokasi event adalah surga para pedagang kaki lima, mereka harus siap 1 atau 2 hari sebelum event dan mereka bisa mendapatkan pendapatan tambahan yang lumayan untuk itu. Pedagang kaki lima ini menjual banyak macam dagangan mulai dari bakso bakar, pop ice, minuman dingin dan lainnya. Apabila pedagang kaki lima ini berpenghasilan maka tempat mereka mengambil bahan baku pun akan bertambah volume pejualannya.

Ekonomi dari kegiatan ini ibarat mesin yang setiap rangkaiannya berputar hingga menggerakkan ban juga berputar kencang dengan pengendara (joki) yang mahir dan menjadikan roda baru di peningkatan perekonomian kabupaten Bone.

Terlihat sepeleh, dan terlihat ecek-ecek dan mungkin dari gengsi sangat tidak berlevel. Namun inilah yang menyadi penyangga dasar dari ekonomi kita di bawah. Kenapa kurang tersorot? bisa jadi karena kita kurang peduli. Kita lebih peduli akan gengsi tinggi yang kita miliki, dengan motor-motor mahal yang kita punya dan menjadikan ajang adu gengsi kekayaan kita dengan event-event besar.

Event sepeleh dan ecek-ecek ini akan menjadikan desa-desa dimaksud semakin dikenal, pengunjung akan bertanya banyak hal di setiap event. Apa spesialnya desa ini, ada budaya khususnya? Ada makanan favoritnya? Hasil bumi apa yang menarik di desa itu? Dan banyak lagi pertanyaan bertingkat lainnya. Secara natural Pariwisata Bone dikenal dengan kegiatan ini. Bahwa dalam beberapa diskusi ilmiah ditekankan untuk menghadapi persaingan global dibutuhkan penguatan lokal.

Balap ojek Gabah. (BONEPOS.COM - IST).

Kegiatan ini menjadi pemicu baik bagi salah satu bengkel kecil, seperti yang ada diperumahan Bumi Palakka Residencedi depan Kantor DPRD Kabupaten Bone. Uppi Jaya Motor dengan timnya Uppi Racing Team dimana pemiliknya sangat antusias dengan kegiatan ini.

Supriadi yang akrab dengan sapaan Uppi ini selalu berdiskusi dengan pengendaranya (Joki), Adri nomor start 7, adiknya Adhe 63, Conglong 93 dan Canca 55. Dalam diskusinya menceritakan bagaimana 2017 dan 2018 ini menjadi ajang yang sangat baik untuk Bone, ajang yang menjadikan mereka bisa banyak bersilaturahmi dengan banyak orang, banyak desa, banyak bengkel dan banyak pengendara.

Mereka yang tergolong generasi milenial ini pun antusias menceritakan akan kekayaan dan potensi masing-masing desa tempat event berlangsung, dimana di generasinya sudah hampir tidak ada lagi yang ingin berbagi maupun ingin menggali informasi tentang kearifan lokal Kabupaten Bone.

Mereka dengan pengasuh timnya Andi dan Rinol juga mengetahui persis akan jadwal kegiatan balap Ojek Gabah ini selama 2018 ini yakni :

22-23 September Desa Awang Cenrana Kec. Cenrana
5 - 7 Oktober Desa Paccing Kec. Awangpone
13-14 Oktober Desa Awo Kec. Cina
14-15 Oktober Desa Awang Cenrana Kec. Cenrana
20-21 Oktober Desa Itterung Kec. Tellu Siattingge
5-6 November Desa cakkeware Kec. Cenrana
17-18 November Desa Panyili Kec. Palakka
17-18 November Desa Siame Kec. Palakka
24 -26 November Ulo Kec. Tellu siattingge
1-2 Desember Waji Kec. Tellu Siattingge

Banyak hal baik dengan kegiatan Balap Ojek Gabah ini. Secara keseluruhan yang paling baik adalah menjadikan kegiatan ini sebagai pemicu untuk memunculkan kearifan lokal kita, bahwa dengan kearifan lokal ini kita bisa menjadikan Bone semakin berdaya saing.

Kita mulai dari hal kecil, memang butuh berpanas ria dilapangan untuk mengetahui kesenangan masyarakat kecil. Semoga yang terhormat para pemangku kebijakan bisa menjadikan hal ini sebagai momen menarik untuk masyarakatnya. Amin.