Pejabat Bulukumba Alergi Wartawan, Ini Tanggapan Bupati

BONEPOS.COM, BULUKUMBA - Usai pelaksanaan upacara HUT Korpri di lapangan Pemuda. Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba melakukan Coffee Morning dengan para jurnalis yang ada di Kabupaten Bulukumba, di ruang Rapat Bupati, Kamis 29 November 2018

Pada pertemuan itu, Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali mengatakan, dirinya mengapresiasi dan berterima kasih atas kerja-kerja jurnalis yang mampu menyaring informasi dari bawah. Dia melihat masyarakat lebih percaya diri menyampaikan aspirasi kepada awak media dengan harapan mendapatkan tanggapan pemerintah.

"Informasi yang sebelumnya tidak diketahui jadi diketahui, misalnya saja soal gizi buruk yang ditemukan teman-teman media. Hanya saja kadang menyoroti tanpa konfirmasi, saya tidak minta semua berita itu baik, tapi harus berimbang,” harapnya, mengingatkan jurnalis kepada kode etik.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto menambahkan, tanggung jawab membangun demokrasi yang baik menjadi tanggung jawab media juga. Tak hanya pemerintah, jurnalis turut berkontribusi dalam tumbuhnya demokrasi yang baik di Bulukumba.

“Sudah seharusnya rekan-rekan jurnalis mengambil prinsip bahwa good news is the best news,” katanya.

Pada saat diskusi, jurnalis mengeluhkan beberapa pejabat pemerintah yang kurang responsif ketika dihubungi oleh media untuk konfirmasi atau memberikan klarifikasi. Menanggapi keluhan itu, Bupati akan menginstruksikan pejabatnya untuk selalu memberikan penjelasan yang baik kepada media terhadap permasalahan yang ditanyakan.

"Bukan Bupati atau Wakil Bupati yang setiap saat harus selalu dikonfirmasi, karena secara teknis para pejabat inilah yang mengetahui secara teknis," tanggapnya

Pada kesempatan tersebut, Kasubag Layanan Informasi Humas Syarifah Kinanggi menjelaskan salah satu inovasinya terkait e-klipping.

Menurutnya, salah satu element penting dalam mewujudkan penyelenggara pemerintah yang baik adalah dengan memberikan hak kepada publik untuk memperoleh informasi yang benar dan tepat serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan, khususnya undang undang tentang keterbukaan informasi publik.

“Sejalan dengan aturan tersebut, pemerintah pun menuangkan dalam misi pemerintah pada poin ke lima yakni peningkatan tata kelola pemerintah yang baik dan bersih,” ungkap Rifa, sapaan akrab Syarifah Kinanggi.

Lebih jauh, Rifa menjelaskan, bagian humas dan sandi selama ini telah mengupayakan penyebaran informasi melalui rilis berita. Melalui group media (pada aplikasi whatsapp) juga telah terbangun ruang komunikasi serta interaksi antara humas beserta unsur media.

“Informasi yang disampaikan ini direspons melalui pemberitaan, kemudian diarsipkan kembali melalui kliping yang ke depannya akan dibuat dalam e-kliping yang tujuannya dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam menganalisa cakupan publisitas,” katanya.

“Ini juga menjadi bahan evaluasi, sejauh mana media maupun masyarakat merespons terhadap program serta kebijakan yang telah disusun dan dilaksanakan oleh pemerintah,” lanjutnya.

Turut memberikan masukan, Sekretaris Daerah (Sekda Bulukumba) Andi Bau Amal, Sekretaris Dewan (Sekwan) Daud Kahal, dan Kadis Kominfo Rudy Ramlan. Hadir pula dalam kegiatan itu, Kabag Pemerintahan Thaiyeb Maningkasi, Kabag Kesra Hj. Darmawati, Kabag Protokol Andi Buyung Saputra.

Iwan Taruna