Soal Rencana Kenaikan Tarif Air PDAM, Ini Penjelasan Anggota DPRD Bone

Ilustrasi (Int).

BONEPOS.COM, BONE - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bone, Andi Idris Alang, akhirnya angkat bicara terkait rencana kenaikan tarif air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Manurung Bone, Jumat, 30 November 2018.

Menurut Andi Alang dalam rapat antara DPRD dan PDAM sudah dibahas terkait kenaikan tarif air itu. Namun menurutnya angka-angka itu belum ada pembahasan dan belum ditetapkan berapa nilai kenaikan tarif air itu.

"Kenaikan itu kita memang sudah setujui tapi masih harus dikaji dulu berapa selayaknya kenaikannya, itu yang belum kita bahas," ungkap Politikus Golkar Bone ini kepada Bonepos.com, Jumat siang.

Dijelaskan Andi Alang, bahwa rencana kenaikan tarif itu dilakukan didasari dengan hasil tinjauan dan konsultasi dari beberapa daerah dengan pihak Privinsi bahwa standar harga air di Bone adalah harga paling terendah di seluruh Indonesia.

"Jadi pada intinya kami setuju dinaikkan dengan pertimbangan kalau mau bertahan maka PDAM akan gulung tikar," ungkapnya.

Maka dari itu kata Andi Alang kenaikan itu masig perlu dikaji dengan pertimbangan bahwa kenaikan tarif air jangan dinaikkan terlalu tinggi.

Sementara itu, menanggapi rencana kenaikan tarif air, salah satu konsumen PDAM Bone, Arman mengaku tidak setuju dengan besaran nilai kenaikan tarif tersebut. Menurutnya PDAM seharusnya memperbaiki pelayanan terhadap pelanggan sebelum akhirnya menaikkan tarif.

"Harusnya pelayanannya dulu diperbaiki jangan air isinya cuma angin, jangan langsung minta naikkan tarif. Mana lagi tarifnya sangat besar naiknya, seharusnya sedikit demi sedikit agar tidak mencekik kami sebagai pelanggan," ungkapnya.

Penulis: Sugianto Warium