PB HMI Kecam Aksi Premanisme PDAM Bone Saat Unjuk Rasa Kader HMI, Ini Tuntutannya!

Koordinator lapangan aksi demo HMI Bone, Iwan Taruna menderita luka pendarahan di bagian wajah. (BONEPOS.COM - SUGIANTO WARIUM).

BONEPOS.COM, JAKARTA - Aksi unjuk rasa kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone menolak kenaikan tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) berujung ricuh, Jl Gunung Jaya Wijaya, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, Jumat (30/11/2018) kemarin.

Pemukulan terhadap massa unjuk rasa yang berakibat pendarahan di bagian wajah, turut dikecam oleh Pengurus Besar (PB) HMI di Jakarta.

Melalui Bidang Hukum dan HAM PB HMI, Yusrang L. Made, SH, pihaknya mengutuk keras tindakan premanisme yang dilakukan pegawai PDAM Kabupaten Bone.

Baca juga: Demo di Kantor PDAM Bone, Mahasiswa HMI Dipukuli Hingga Berdarah

Berikut poin tuntutan PB HMI atas kejadian tersebut:

  1. Mengutuk keras tindakan premanisme yang dilakukan pegawai PDAM Kabupaten Bone yang memukul kader HMI hingga luka berat.
  2. Menuntut Bupati Bone untuk mereposisi Direktur PDAM Bone, A. Sofyan Galigo yang dianggap telah lalai dan menyengsarakan masyarakat Bone
  3. Meminta pemerintah daerah Kabupaten Bone untuk mengkaji ulang terkait kenaikan tarif PDAM
  4. Menuntut Kapolres Bone melakukan proses hukum sebagaimana mestinya kepada kepada oknum pegawai PDAM Bone yang diduga keras terlibat dalam aksi premanisme terhadap kader HMI
  5. Bidang Hukum dan HAM PB HMI sangat menyesalkan pemukulan terhadap beberapa kader HMI dan akan mengawal serta memberikan bantuan hukum, agar proses penegakan hukum dilakukan secara berkeadilan
  6. Bidang Hukum dan HAM PB HMI menghimbau keluarga besar HMI, aparat dan masyarakat Kabupaten Bone agar tetap tenang, waspada dan tidak mudah terprovokasi yang dapat memicu konflik berkelanjutan.(ran)