Serah Terima BRT dan Bus Sekolah Kemenhub ke Pemprov Sulsel di Hotel Gammara

Serah terima bus Kemenhub ke Pemprov Sulsel - BONEPOS.COM/AHMAD RUSLI

BONEPOS.COM, MAKASSAR-- Kementerian Perhubungan RI menyerahkan bantuan bus Bus Rapid Transit (BRT) dan bus sekolah kepada sejumlah kabupaten/kota di Sulsel.

Penyerahanditandai dengan pemukulan gong dan simbolis pengoperasian dengan pemecahan kendi berlangsung disela rapat koordinasi teknis andalalin rancang bangun kendaraan bermotor serta peraturan perundang-undangan, di Hotel Gammara, Kamis (6/12/2018).

Sebanyak 15 BRT untuk Pemprov dan 14 bus sekolah untuk kabupaten/kota diserahkan Kemenhub. Dari 14 bus sekolah.

Bus tersebut, akan disalurkan masing 1 unit ke Universitas Tomakaka Sulawesi Barat, Kota Makassar, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Sidrap, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Bantaeng, Kota Palopo, Kabupaten Barru, Pondok Pesantren Modern Babussa'adah Kabupaten Luwu, Universitas Hasanuddin Kota Makassar, Universitas Muhammadiyah Parepare, dan 2 unit ke Kabupaten Jeneponto.

"Saya kira ini sebuah terobosan yang baik, karena memang sebuah kota-kabupaten butuh angkutan umum yang nyaman. Kita tahu selama ini, terutama di kabupaten anak-anak kita menggunakan mobil pick-up terbuka dan itu sangat rawan, apalagi akses jalan yanh berkelok-kelok. Termasuk juga di kota," kata Nurdin Abdullah.

Hadirnya bus BRT dan bus sekolah ini, sebut NA akan mengurangi kemacetan. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah bagaimana membangun infrastruktur pendukung, seperti pedesterian, halte yang bagus, tempat parkir. Menghadirkan BRT lebih murah dan lebih safety dan lebih terjamin juga tidak kalah pentingnya.

Pengoperasian BRT akan lebih dioptimalkan dengan menghadirkan dengan sistem manajemen yang baik. Bagi NA, masyarakat harus punya banyak pilihan moda transportasi.

"Sekarang tinggal pengelolaan yang harus bagus. Jadi ada time table jam mereka lewat, mungkin akan kita lengkapi schedulenya, bus dengan nomor ini tujuannya lewat mana," ujarnya.

Selain pelayanan ditingkatkan, NA menginginkan masyarakat menggunakan BRT. Jika selama ini ke tempat kerja lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi, ke depan mereka beralih menggunakan transportasi publik.

"Kalau sekarang kan, mereka lebih banyak menggunakan angkutan pribadi dan itu yang membuat kemacetan. Coba liat negara maju kendaraan begitu banyak tetapi tidak macet, hari minggu baru mereka naik kendaraan pribadi. Hari-hari kerja mereka naik kendaraan umum," ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiadi, menyampaikan, pemberian bantuan tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan angkutan umum.

"Sesuai program yang dijalankan oleh Pemerintah Perhubungan Darat sudah ditunggu sejak lama oleh daerah-daerah, kita ingin membagikan dan meningkatkan peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan angkutan umum," sebutnya.

Untuk tahun anggaran 2018, pihaknya membuat bus BRT sekitar 280 dan bus sekolah 180 lebih.

Ahmad Rusli