Soal Kasus Penganiayaan di Dua Boccoe, Begini Kronologinya

Rusdi alias Pippi, terduga pelaku penganiayaan terhadap pasangan suami istri dan menantu di Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu, 9 Desember 2018, angkat bicara soal tudingan korban yang mengaku dikeroyok. (BONEPOS.COM).

BONEPOS.COM, BONE - Rusdi alias Pippi, terduga pelaku penganiayaan terhadap pasangan suami istri dan menantu di Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu, 9 Desember 2018, angkat bicara soal tudingan korban yang mengaku dikeroyok.

Menurut pemuda 19 tahun itu, dirinya sama sekali tidak melakukan pengeroyokan terhadap korban yakni Sarifuddin 57 tahun, Sunarti 52 tahun dan menantunya Muh Sain 34 tahun yang juga merupakan kerabat dan tetangganya.

Dikatakan Pippi, kronologi kejadian tersebut berawal saat Sain sedang memutar musik melalui sound system. Lantaran suaranya mengganggu, ayah Pippi, Said Nonci yang terbaring karena sakit strok, memukul seng atap rumahnya dengan kayu, sehingga saat itu Sain mengira seng rumahnya dilempari.

"Saat itu Sound System yang bunyi itu dimatikan oleh Sain. Namun tak lama kembali dibunyikan dengan suara yang lebih keras lagi saya keluar rumah duduk-duduk, Syarifuddin melontarkan kata-kata kalau yang melempar itu bukan jantan," ungkap Pippi kepada Bonepos.com, Selasa, 11 Desember 2018.

Setelah mendengar kata-kata itu, lanjut Pippi, Dia bergegas ke rumah Sain untuk menjelaskan kalau bukanlah Dia yang melakukan pelemparan. Namun saat itu Syarifuddin bersama istri dan menantunya yang ada di rumah tersebut, langsung memaki-maki dirinya.

"Saat itu saya langsung dikatai pembohong, namun saya tetap sabar dan kembali ke rumah. Namun setelah kakak saya, Sudi datang dan bercerita di depan rumah, tiba-tiba Syarifuddin langsung lompat ke depan rumah dan menantang untuk berkelahi, sehingga terjadi perkelahian," bebernya.

Saat kejadian, lanjut Pippi, dirinya sama sekali tidak memukul Syarifuddin, yang ada justru Syarifuddin dan istrinya yang mengeroyok dirinya bersama dengan Sain menantunya. Dimana saat itu Pippi dipukuli pada bagian leher dan ditempeleng, padahal saat itu Pippi hendak melerai.

Tidak hanya itu kata Pippi, bahkan kakak kandungnya, Syahyadi yang mengalami gangguan kejiwaan justru juga menjadi korban pemukulan oleh Syarifuddin, sehingga mengalami luka lebam pada bagian wajahnya.

"Saya sama sekali tidak bersalah, justru dialah bersama dengan menantunya yang mengeroyok saya dan adik saya termasuk kakak saya, Syahyadi juga dipukul mukanya, kakak saya Satriani juga didorong sampai lututnya luka karena jatuh," jelasnya.

Terkait tudingan pelemparan rumah, kakak kandung Pippi, Satriani mengaku sama sekali tidak ada kejadian tersebut. Namun saat itu, Syarifuddin tetap ngotot dan menuduh keluarganya yang melakukan pelemparan.

"Disini juga saya mau luruskan soal gigi Syarifuddin yang mengaku syok sehingga ada beberapa giginya yang rontok. Namun faktanya laporan di Polisi itu cuma satu gigi saja yang copot akibat pukulan, ini sudah tidak sesuai dengan pernyataannya kepada wartawan," beber Satriani.

Sementara itu, Kapolsek Dua Boccoe, AKP Herman Raba mengatakan bahwa, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada terduga pelaku dan terduga korban. Ditambahkan Kapolsek, terkait kasus pengeroyokan itu menurutnya bukan pengeroyokan tapi perkelahian antar keluarga.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri, Syarifuddin dan Sunarti bersama dengan Sain mengaku menjadi korban pengeroyokan, dimana atas kejadian itu ketiganya mengalami luka dan sempat menjalani visum di RSUD Tenriawaru Watampone.

Penulis: Sugianto Warium