Soal Kasus Pengeroyokan di Dua Boccoe, Begini Penjelasan Kapolsek

Sarifuddin, korban pengeroyokan yang terjadi di Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, saat melakukan visum di RSUD Tenriawaru Watampone, Senin, 10 Desember 2018. (BONEPOS.COM - IST).

BONEPOS.COM, BONE - Kasus pengeroyokan pasangan suami istri dan menantu yang terjadi di Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada Minggu malam, 9 Desember 2018 kemarin, tengah diproses oleh penyidikan.

Demikian diungkapkan Kapolsek Dua Boccoe AKP Herman Raba saat dihubungi Bonepos.com melalui via telepon, Selasa, 11 Desember 2018.

Menurut Kapolsek bahwa setelah kejadian itu pihaknya sudah melakukan pemanggilan pemeriksaan terhadap Pippi (Terduga Pelaku) untuk dibuatkan laporan.

"Kita sudah periksa dan sementara proses sidik. Kita juga sudah bikinkan laporan. Nanti setelah semua proses pemeriksaan selesai baru kita tahu pasal berapa yang dikenakan pelaku," ujar Herman Raba.

Ditambahkan Kapolsek, terkait kasus pengeroyokan itu menurutnya bukan pengeroyokan tapi perkelahian antar keluarga.

Baca Juga: Pasutri dan Menantu di Bone Babak Belur Dikeroyok

"Sebenarnya dari pengakuan Pippi bahwa itu bukan pengoroyokan tapi perkelaihan karena mereka baku pukul, dan mereka ada hubungan keluarga," tuturnya.

Seperti diberitakan, Syarifuddin mengalami syok, lantaran beberap giginya rontok akibat pukulan dari pelaku, sementara itu istrinya Sunarti, mengalami luka lebam pada bagian pipi dibawah mata. Sedangkan Sain, mengalami luka lecet di bagian lengan dan wajah.

Penulis: Sugianto Warium