Kasus Penganiayaan di Dua Boccoe, Ini Pernyataan Korban dan Saksi

BONEPOS.COM,BONE.–Setelah Rusdi alias Pippi angkat bicara soal kronologi kejadian dan membantah tudingan melakukan pengeroyokan terhadap pasangan suami istri dan menantu di Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu, 9 Desember 2018.

Kini giliran Muh Sain (34) yang juga merupakan salah satu korban sekaligus saksi kasus penganiayaan itu membeberkan kronologi yang sebenarnya. Kepada Bonepos.com. korban Sain menuturkan, bahwa justru dirinyalah yang mengalami korban pemukulan bertubi-tubi.

"Ini banyak saksinya dan Lillahi Taala kalau saya bohong. Saat itu justru Pippi yang datang di depan rumah marah-marah, dan mengatai ngatai mertua saya," ungkapnya di Kantor Media Bonepos, Selasa (11/12/2018).

Lanjut cerita Sain, sewaktu kejadian itu ada Rapi sempat melerai dan menarik Sarifuddin, tapi tidak lama kemudian datang Sudi (saudara Pippi) juga ikut marah-marah dan menyuruh Sain keluar dengan kata-kata menantang untuk berkelahi.

"Ketika mertua saya (Syarifuddin-red) menghalangi Sudi untuk masuk ke rumah tiba-tiba dia dipukul sama Pippi waktu itu Ipar saya Sonia memegang bapaknya sama istri saya (Sarina) dan disitulah mertua saya jatuh giginya," bebernya.

"Waktu itu saya mau tarik mertuaku, tapi tiba-tiba saya dipukul oleh Aco saudaranya Pippi dan belum sempat saya melawan napukulka lagi Pippi dan Sudi juga ikut menghantam saya. Jadi kepalaku ini bertubi tubi kena pukulan," tutur Muh Sain.

Salah satu saksi mata Rapi (Purnawirawan Polri) menuturkan bahwa dirinya sempat menasehati kedua pihak agar saling menahan diri.

"Sebelumnya saya sudah menasehati tapi saat saya ada dirumah Sain tiba-tiba ada anak dari Said Nonci berlari ke rumah Sarifuddin dan terjadi keributan tapi karena banyak orang, saya tidak perhatikan siapa yang ditonjok dan siapa yang menonjok," kata Rapi saat dihubungi Bonepos.com melelui via telepon Rabu (12/12).

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri, Syarifuddin dan Sunarti bersama dengan Sain mengaku menjadi korban pengeroyokan, dimana atas kejadian itu ketiganya mengalami luka dan sempat menjalani visum di RSUD Tenriawaru Watampone.

Sugianto Warium