Miris, Lumba-Lumba Mati Karena Moncongnya Terkunci Cincin Botol

umba-lumba mati karena moncongnya tertutup cincin plastik botol air minum.Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Lumba-lumba Mati Lemas Karena Moncongnya Tertutup Sampah Plastik

BONEPOS.COM Kondisi laut semakin memprihatinkan, setelah kejadian Paus yang menelan plastik dan ditemukan mati di perairan Indonesia, penyu yang ditemukan sedotan plastik di hidungnya, kini ditemukan lumba-lumba mati lemas karena moncongnya tertutup cincin plastik.

Seperti yang dilansir dari netzfrauen.org, diduga lumba-lumba La Plata ini mati lemas karena tidak bisa makan.

Lumba-lumba La Plata (Pontoporia Blainvillei) merupakan spesies lumba-lumba kecil yang terancam punah.

Sebagaimana lumba-lumba lainnya, ketika ingin makan, ia mengambil mangsanya dengan moncongnya yang panjang. Lumba-lumba juga menyapu pasir laut dengan moncongnya untuk mencari makan.

Nahas, sebuah cincin plastik dari botol air minum justru masuk dan mengunci moncongnya dan lumba-lumba tersebut ditemukan oleh nelayan di dekat pantai Praia Grande, Sao Paulo, Brazil dalam keadaan tak bernyawa.

Tak hanya moncongnya yang tertutup cincin plastik dari botol air minum saja, lumba-lumba tersebut juga diketahui kekurangan gizi dan juga memiliki plastik di saluran pencernaannya.

"Selama nekropsi, kami tidak menemukan makanan apa pun dalam sistem pencernaannya, hanya beberapa potongan plastik," kata Pryscilla Maracini, dokter hewan dari Biopesca.

"Kami sudah memiliki banyak spesies berbeda yang mati seperti ini. Sampah kebanyakan terbuat dari plastik dan situasinya sangat mengkhawatirkan," ujar Pryscilla menambahkan.

Sebelum hal ini, Paus Sperma ditemukan terdampar di perairan Desa Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin 19 November 2018 silam.

Saat ditemukan, paus tersebut sudah mati dan membusuk. Namun, yang menjadi sorotan adalah ditemukannya sampah berupa botol air kemasan, penutup galon, sandal, botol parfum, bungkus mie instan, gelas minuman, hingga karung terpal pada perut paus. Bahkan diperkirakan, berat sampah di perut paus mencapai 5,9 kilogram.

Yuk, jaga laut kita sebelum kehidupan laut punah, kurangi pemakaian plastik, dan jangan buang sampah sembarangan ya (*).

Editor : Nur Atika Pratiwi