Doyan Selfie? Hati- Hati Gangguan Kesehatan Mental

Young urban man taking a selfie

BONEPOS.COM - Siapa yang tidak pernah selfie ? Adanya kamera di depan ponsel atau layar yang bisa diputar di kamera mirrorless maupun DSLR membuat orang lebih mudah mengambil foto diri saat berada di suatu tempat.

Kemudahan tersebut membuat orang jadi senang foto selfie. Biasanya dengan selfie mereka jadi tahu angle yang tepat untuk membuat tampilan menjadi lebih menarik. Selain itu, selfie terkadang dapat memberikan kegembiraan tersendiri dan mengurangi stres, namun terlalu sering selfie juga sebenarnya tidak baik.
Selfie dapat menyebabkan seseorang menjadi terobsesi atau kecanduan. Dirinya bisa saja mengambil potret diri setiap saat serta tidak peduli tempat dan orang-orang di sekitarnya. Perilaku ini dianggap sebagai salah satu kelainan kesehatan mental.Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di All India Institute of Medical Sciences, New Delhi, menemukan sebanyak 259 orang meninggal karena mengambil foto selfiepada periode Oktober 2011 sampai November 2017. Hasil penelitian mengatakan selfiesebenarnya merupakan kondisi mental asli dari orang-orang yang memotret dan mengunggah hasilnya ke media sosial."Selfie adalah bentuk baru gangguan kesehatan mental yang sedang diakui oleh para peneliti dan praktisi kesehatan mental. Beberapa psikolog dan psikiater sudah mulai meneliti tentang dampaknya serta beberapa hasil konfirmasi sekarang diamati. Konsekuensi dari selfie berorientasi pada perilaku," kata psikolog Magnus Gasana Udahemuka seperti yang dikutip Okezone dari The New Times.

Disebutkan, selfie terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu batas, akut, dan kronis. Mereka yang masuk dalam kategori batas biasanya mengambil foto diri sendiri paling banyak tiga kali sehari tetapi tidak mengunggahnya di media sosial.

Lalu, mereka yang masuk dalam kategori akut akan mengambil foto diri sendiri paling banyak tiga kali sehari dan mengunggahnya ke media sosial satu per satu.

Sementara mereka yang masuk dalam kategori kronis, memiliki dorongan tidak terkendali untuk mengambil foto diri sepanjang waktu dan mengunggah ke media sosial lebih dari enam kali sehari.r

Editor : Nur Atika Pratiwi