Opini: HMI Ditengah Gugatan Publik

Logo Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) - BONEPOS.COM/ISTIMEWA

Oleh:
SABIR MODDING

BONEPOS.COM - Dinamika dalam sepuluh tahun terakhir ini terlihat tanda-tanda degradasi yang cukup serius dalam tubuh HMI. Degradasi ini terjadi disegala hal yang dulu menjadi ciri khas HMI sehingga secara kasar dapat dikatakan, saat ini HMI sedang mengalami multi krisis.

Pertama, krisis intelektual. Iklim intelektualisme yang dulu menjadi ciri khas HMI perlahan-lahan mengalami penyurutan. Ini disebabkan, orientasi struktural yang begitu kental di dalam tubuh organisasi yang didirikan oleh Lafran Pane (Prof. Dr. Alm) tahun 1947 ini.

Orientasi yang oleh Jalaluddin Rahmat disebut dengan “need for power” yang tidak hanya muncul setelah mereka menjadi alumni HMI ini telah menyebabkan konflik internal yang tidak kondusif bagi penciptaan iklim intelektual.

Kedua, krisis spiritual. Pemikiran-pemikiran ideologis yang dilontarkan oleh senior-senior HMI di atas ternyata dipahami oleh sebagian besar kader HMI secara distortif sehingga menyebabkan mereka menjadi kader-kader karbitan yang mengabaikan aspek spiritual.

Krisis spiritual ini secara bersamaan membuat HMI mengalami krisis identitas. Inilah yang menyebabkan HMI kini mulai ditinggalkan oleh mahasiswa terutama diperguruan tinggi umum yang kebanyakan kebutuhan mereka pada pengalaman spiritual sangat tinggi untuk mengimbangi gencarnya arus modernisasi.

Ketiga, krisis militansi. Akhir-akhir ini militansi kader HMI juga mengalami krisis yang cukup serius. Memang turunnya nuansa militansi kader HMI masih interpretable. Akan tetapi yang nampak secara sekilas, dalam memberikan respons terhadap kondisi sosial, secara kuantitas HMI tidak seperti dulu dengan jumlah massa kader yang turun sangat besar.

Ini disebabkan HMI terlalu lama dimanjakan oleh kondisi yang pernah menguntungkan HMI. Di masa Orde Baru, diakui atau tidak HMI berada di atas angin. Pada saat ini training-training HMI banyak dilakukan di gedung-gedung mewah sehingga kader yang tercetak adalah kader-kader manja tadi.

Efek yang muncul dari kondisi ini adalah tercetaknya kader-kader yang bersikap elitis sehingga tidak mempunyai kepedulian terhadap masyarakat bawah dan lebih sibuk mengurusi persoalan-persoalan elite. Peran HMI dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat sekarang ini tidak pernah kita dengan sama sekali.

Selanjutnya 1 2 3 4