Ini Kronologi Hubungan Anggota Brimob dengan Ibu Kandung Bayi

Kasus Penculikan Bayi di Bone
Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bone berusaha mengungkap kasus penculikan bayi yang terjadi di Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu 20 Desember 2018. (BONEPOS.COM - IST).

BONEPOS.COM, BONE - Kasus dugaan penculikan bayi 11 hari yang mencuat di publik kini berakhir. Kepolisian Resort Bone berhasil mengungkap kronologi kejadian laporan anggota Brimob Bone LP / 22 / XII / 2018 / Polres Bone, Tanggal 20 Desember 2018.

Ini Kronologinya :

Dalam penyelidikan Polda Sulsel dan Polres Bone hasil introgasi awal terhadap orang tua kandung bayi tersebut
diperoleh keterangan bahwa keduan orang tua sebelumnya telah melakukan kesepakatan terhadap orang tua Angkat yaitu Anugerah Nurika bahwa sebelum lahiran sekitar umur kandungan -+ 8 Bulan, Orang Tua Kandung bersedia menyerahkan anaknya (adopsi) apabila telah lahir dengan perjanjian segala biaya persalinan dan biaya perawatan ditanggung oleh orang tua angkat sekitar Rp8 Juta serta tidak membatasi untuk bertemu dengan anak nantinya.

- Tanggal 2 Desember 2018 anak tersebut lahir dan sehari setelah anak tersebut lahir tanggal 3 Desember 2018 Kakak dari Orang Tua Angkat Aulia Nurika datang ke RS. Bersalin ST. Khadijah Jalan RA. Kartini Makassar tempat Fitri Hendriani bersalin, dengan maksud membawakan pakaian bayi.

- Tanggal 5 Desember 2018 , Fitri Hendriani Keluar dari RS. bersalin dan kembali ke Kos NurSyirah BTP Blok AB.

- Tanggal 8 Desember 2108 Kedua Orang Tua Kandung anak kembali ke RS. Khadijah yang sebelumnya telah berkomunikasi dengan Orang Tua Angkat untuk bertemu disana dan menyerahkan anak tersebut beserta biaya yang dijanjikan.

Seminggu setelah anak diserahkan. Orang Tua Kandung mencoba untuk menghubungi orang tua angkat, tetapi tidak direspon sehingga merasa khawatir, sebab orang tua angkat juga sempat memberi informasi bahwa si anak meninggal, namun orang Tua kandung tidak percaya dan memutuskan untuk datang ke Kabupaten Bone untuk memastikan, kemudian orang Tua Angkat jujur bahwa anak tersebut masih hidup tetapi berat untuk mengembalikan dengan alasan kasihan kepada suaminya.

- Tanggal 19 Desember 2018, akhirnya Orang Tua kandung anak datang ke Kabupaten Bone dengan instruksi Orang Tua angkat bahwa kamu boleh datang mengambil si anak, dengan catatan ikuti Perintahnya bahwa si anak dikembalikan lagi hari minggu tgl 23 Desember 2018, dan Orang tua Kandung pun menyepakati hal tersebut. Orang tua Kandung sempat bermalam di Kabupaten Bone dan paginya sekitar pukul 10.00 Wita,

- Kamis 20 Desember 2018 Orang Tua Kandung datang kerumah Orang Tua Angkat dan mengambil anak tersebut secara baik baik setelah sebelumnya Orang Tua Angkat laki laki (Suami dari Pr. Anugerah Nurika) keluar rumah. sewaktu diserahkan, Orang Tua Angkat Anugerah Nurika memberikan uang sisa dari perjanjian sebelumnya sebesar Rp. 1.000.000,  dan menyuruh Orang tua Kandung untuk segera pergi sebelum ada yg melihat. Setelah itu kemudian orang Tua Kandung bergegas kembali ke Makasar dan langsung menuju ke Kos NurSyirah BTP Blok AB.

Penulis : Iwan Taruna