Gubernur Sulsel Imbau ASN Perbanyak Ibadah

Gubernur Sulawesi Selatan
Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah (BONEPOS.COM - IST).

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah menghimbau kepada seluruh Pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov Sulsel untuk memperbanyak ibadah.

Keseimbangan antara urusan dunia dan urusan akhirat juga kembali diingatkan oleh Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Jumat Ibadah Pemprov Sulsel yang digelar di Mesjid Nurul Amir, Jumat 4 Januari 2019.

"Saya ingin sampaikan kepada kepala biro bahwa ini memang bukan sebuah keharusan tetapi saya ingin menyadarkan kepada kita semua bahwa kita bekerja sambil memohon ridho kepada Allah SWT, dengan zikir dan doa, mudah-mudahan bencana tidak menghampiri kita", Kata Nurdin.

Selain itu, Nurdin juga menyoroti masih kurangnya kesadaran dari pejabat maupun staf lingkup Pemprov yang mengikuti Jumat Ibadah dan Jumat Mengaji yang merupakan program rutin Pemprov Sulsel.

"Seandainya saja semua hadir, kita mendekatkan diri kepada Allah agar kerja lebih profesional, jika masih saja dihimbau untuk ke mesjid, kan orang datang bukan karena kesadaran. Seandaianya saya tidak sibuk saya akan selalu hadir disini", Ungkap Nurdin.

Sebagai Birokrat, Nurdin mengingatkan agar semua bisa mengawal APBD dengan baik dan menghindari membuat kegiatan yang tidak ada dalam anggaran apalagi sulit untuk dipertanggungjawabkan. Dan sulitnya pekerjaan itu harus disertai dengan pendekatan kepada Allah SWT.

"Tidak ada yang bisa memberi kepastian kapan kita mati, kapan sakit, termasuk sampai kapan karir kita tapi ada yang menggerakkan." Ungkap Nurdin.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ustadz Aan Farhani LC yang membawakan tausiah mengingatkan jika semua perbuatan akan ada implikasinya.

"Hidup kita hanya sesaat, manfaatkan hari dengan baik karena kelak akan menjadi saksi di hari kemudian, semua perbuatan yang kita lakukan pada hari itu akan bersaksi kelak. Jangan terlena dengan mengumpulkan harta, anak dan kemewahan dunia, karena ini hanya tipuan dan sementara", Urai Ustadz Aan.

Ahmad Rusli