Kerugian akibat Banjir di Soppeng Mencapai Ratusan Juta

banjir soppeng
Di Kacamatan Ganra, banjir diakibatkan adanya tanggul sungai yang jebol. Ketinggian air yang mencapai 70 centimeter menyebabkan pengendara tidak dapat melintasi jalan raya. (BONEPOS.COM - NUR ALAM ABRA).

BONEPOS.COM, SOPPENG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan menyebutkan bahwa estimasi kerugian pascabencana banjir di Soppeng, pada 28 Desember lalu mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala BPBD Soppeng Andi Haeruddin mengatakan, nilai tersebut berasal dari verifikasi yang dilakukan oleh pihaknya pasca banjir yang melanda Kabupaten Soppeng, pekan lalu.

"Pasca banjir kemarin ada berapa fasilitas umum yang rusak termasuk bendungan Teppo Kessi, bendungan Tanah Poloe dan Talud Sungai Bakke," ungkapnya kepada Bonepos.com, Jumat, 4 Januari 2019.

Selain kerusakan sejumlah infrastruktur, bajir tersebut juga menyebabkan areal persawahan seluas kurang lebih 4 hektar rusak dan mengalami puso.

"Selain itu juga, ada sekitar 4 hektar tanaman padi mengalami puso," jelas Andi Haeruddin.

Meski demikian, Dia belum bisa memastikan kapan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir ini akan dilakukan.

Seperti yang diketahui, pada 28 Desember lalu, sebanyak tiga kecamatan di Soppeng dilanda banjir, wilayah banjir meliputi Kecamatan Liliriaja, Kecamatan Donri-Donri dan Kecamatan Ganra.

Nur Alam Abra