Tipu Warga Sulsel Hingga Rp 640 Juta, WNA Asal Nigeria Diciduk Polisi

Tipu warga sulsel
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondany didampingi Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Yudhiawan saat melakukan Press Release, di Polda Sulsel, Jumat 4 Januari 2019. (BONEPOS.COM - HAND OVER).

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Ernest B Johson seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Nigeria, diringkus satuan Ditreskrimsus Polda Sulsel, lantaran menipu seorang warga asal Kabupaten Toraja, Sulsel melalui sosial media, Facebook.

Selain Ernest B Johson alias Chiko, Polisi juga mengamankan tiga orang rekan pelaku yakni Tuti Hariyani, warga asal Kota Bandar Lampung, serta Maria dan Jenive Putri Angreni.

Kabid Humas Polda Sulsel, KombesPol Dicky Sondani, dalam keterangan persnya di Polda, Jumat 4 Januari 2019 mengatakan, pelaku ditangkap di Jakarta oleh Tim Subdit Cyber Polda Sulsel yang dipimpin oleh Kasubdit 2 dan unit Cyber Polda Sulsel.

"Modusnya, pelaku Chiko beraksi dengan cara menginvite korban melalui akun FB kemudian pelaku berkenalan dengan korban. Setelah melakukan chat beberapa minggu pelaku mengatakan bahwa pelaku berniat menginvestasikan sejumlah uang kepada korban sebesar USD 1.200.000," beber Dicky.

Kemudian, lanjut Dicky, beberapa hari kemudian korban dihubungi oleh orang yang berbeda-beda yang mengaku anggota dari pelaku, saat korban dihubungi oleh anggota pelaku tersebut, korban diminta untuk mengirimkan sejumlah dana sebagai uang pajak yang totalnya mencapai Rp 640 juta.

"Untuk calon korban yang percaya pasti dijanjikan keuntungan 1,2 juta dollar AS setelah mentfansfer dana. Hariyani ini membantu Chiko dengan meyakinkan korbannya, setelah korban dihubungi dan diyakinkan sama Chiko. Chiko ini jadi buronan kami," ujar Dicky.

Selain mengamankan para pelaku, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya, uang tunai senilai 20 juta, 4 lembar uang 100 dollar, 14 ATM, 14 buku rekening, 1 Laptop dan serta 11 unit handphone.

Atas perbuatanya itu, tersangka pelaku akan dijerat Pasal 25 ayat (1) dan 45 ayat (1) UU No. 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Ahmad Rusli