Sandang Status DPO, Pengacara Hartono Karjadi Layangkan Surat ke Jokowi

Hartono Karjadi (Istimewa).

BONEPOS.COM, BALI - Bos PT Geria Wijaya Prestige, yang juga merupakan pengelola Hotel Kuta Paradiso, Hartono Karjadi (HK) resmi masuk Daftar Pencarian Orang alias DPO Kepolisian Daerah (Polda) Bali.

HK ditetapkan DPO atas skandal hukum atas kasus penggelapan dan pemalsuan akta tanah Hotel Kuta Paradisodi Wilayah Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Bali, Kombes Pol Juliar Kus Nugroho, yang dikonfirmasi Bonepos.com, Kamis, 10 Januari 2019, membernarkan hal tersebut.

"Saat ini sudah terbit DPO atas nama HK dan secara hukum akan tetap kita cari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum," kata Juliar.

Juliar mengungkapkan, sebagai Warga Negara Indonesia yang taat hukum, HK seharusnya patuh kepada hukum dan menghadiri panggilan penyidik, bukan malah melarikan diri dan menyebar berita hoaks.

"Jika dipanggil penyidik ya hadir, bukan malah melarikan diri dan juga bukan memberikan pemberitaan yang tidak benar untuk maksud lepas dari jeratan hukum," tegasnya.

Tidak hanya itu lanjut Juliar, selain kasus lahan Hotel Kuta Pardisodi, HK juga terlibat kasus dugaan tindak pidana pemberian keterangan palsu dalam akta otentik dan saat ini ditangani Polda Bali.

Sementara itu, terkait adanya klaim Boyamin Saimanyang selaku kuasa hukum HK mempunyai rekaman CCTV. Juliar malah balik menantang yang bersangkutan untuk membuktikan hal itu.

"Ya silakan saja bila ada rekaman cctv, terus rekaman cctv bulan November, Itu rekaman siapa?", ujar Juliar.

Juliar menyarankan, agar HK cepat kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan di depan hukum bukan dengan cara berkoar-koar di media dan memberikan opini untuk memutarbalikkan kasus.

Untuk diketahui, saat ini HK tengah berada di Singapura. Kuasa hukum HK, Boyamin Saimanyang, menyebutkan jika kliennya itu berada di Singapura untuk berobat karena sakit.

Boyamin juga mengklaim ada bukti visual terkait peristiwa tersebut. Rekaman CCTV terkait adanya dugaan upaya pengejaran Polisi terhadap kliennya ke Singapura dan kata Boyamin, sudah dikantongi pengacara di Singapura.

Selain itu juga, Boyamin juga melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk permohonan perlindungan terhadap kliennya.

Iwan Taruna