Jika Sukses Operasi Pengecilan Lambung, Bobot Titi Turun 20 Kg/Bulan

BONEPOS.COM - Titi Wati, wanita penderita obesitas asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, bercerita bahwa terakhir kali menimbang berat badan pada 2011. Kala itu Titi Wati menyadari berat badannya terus menggemuk.

Setelah itu Titi tak pernah lagi menimbang berat badan hingga tubuhnya tak banyak berkutik di rumah.

Geger soal masalah obesitasnya, Titi Wati menyebut berat badan mencapai 300-an kilogram ketika ditanya petugas dan media.

Titi menerangkan angka itu muncul hasil dari perkiraannya dan keluarga setelah tujuh tahun berlalu menimbang terakhir.

"Terakhir saya nimbang berat badan tahun 2011, berat saya 167 Kg, lalu tidak pernah lagi." katanya, Senin.

Kini Titi Wati mengaku senang mengetahui berat badannya yang sebenarnya.

Kini dia tahu berat badannya sesungguhnya adalah 220 kilogram.

Berat badan Titi yang sebenarnya akhkirnya diketahui setelah tim medis memantau kesehatannya.

Titi Wati ditimbang di RS Doris Sylvanus Palangkaraya pada Senin (14/1/2019).

Titi berharap mampu hidup normal setelah 2013 sudah sulit beraktivitas.

"Sejak tahun 2013 itu saya sudah tidak bisa beraktivitas lagi, hanya bisa di rumah saja, diurus anak saya," tambahnya.

Jika Sukses Operasi Pengecilan Lambung, Bobot Titi Wati Turun 20 Kg/Bulan

Jika sukses menjalani operasi pengecilan lambung, berat badan Titi Wati bisa turun maksimal 20 kilogram per bulan. Ini kata dokter!

Titi Wati dijadwalkan menjalani operasi pengecilan lambung di RSUD Doris Sylvanus, Palangkaraya.

Ia akan ditangani oleh 16 dokter ahli selama sepekan ke depan.

16 dokter ahli akan melakukan cek kesehatan dan persiapan pra operasi.

Setelah dinyatakan siap, Titi akan segera menjalani operasi pengecilan lambung.

“Sebelum melakukan operasi pengecilan lambung, selama sepekan Titi akan ditangani oleh 16 dokter ahli dari Bali dan Kalteng."

"Operasi dilakukan jika semua hasil cek kesehatan Titi memungkinkan untuk dilakukan operasi," kata Wakil Direktur RS Doris Sylvanus Palangkaraya, dr Theodorus Sapta Atmadja seperti dilansir Tribunstyle.com dari Tribunews.com, Minggu (13/1/2019).

Imbuh Theo, dokter yang menangani operasi Titi Wati sudah ahli dalam operasi pengecilan lambung.

Dokter terbaik dan berpengalaman dipilih demi kesehatan Titi Wati untuk hidup normal.

Pasalnya operasi lambung tidaklah tindakan sederhana.

Diperlukan penanganan khusus oleh tenaga ahli di bidangnya.

"Dokter yang kami pakai adalah yang sudah berpengalaman, kami pilih yang terbaik,"ujarnya.

Dilaporkan operasi yang dijalani Titi Wati nantinya menggunakan sistem laparoskopi.

Disebutkan tingkat kegagalan operasi ini tidak begitu besar.

Sumber foto : tribunnews

"Operasi nantinya akan menggunakan sistem laparoskopi, mengingat peralatan yang kami miliki cukup memadai."

"Menurut teori, tingkat kegagalan dari operasi yang akan dilakukan kepada pasien sangatlah kecil," ujarnya.

Jika sukses menjalani operasi pengecilan lambung, berat badan Titi Wati bisa turun hingga 25 kilogram.

Tetapi dokter akan membuat berat badan Titi Wati maksimal turun 20 kilogram tiap bulannya.

Titi tak boleh mengalami penurunan berat badan lebih dari 25 kilogram karena dapat membahayakan kesehatannya.

“Seusai operasi berat badan, Titi tidak boleh mengalami penurunan lebih dari 25 kilogram setiap bulan."

"Estimasi yang ditetapkan adalah sekitar 20 kilogram setiap bulan, sehingga seiring dengan berjalannya waktu, berat badannya akan menyusut."

"Jadi masyarakat jangan berpikir kalau saat sebelum operasi pasien memiliki bobot besar, kemudian saat keluar langsung menjadi kecil," ujarnya.

Efeknya Titi Wati akan mengalami efek samping dari operasi yang dijalaninya.

Titi Wati diharuskan mengonsumsi multivitamin dalam jangka panjang pasca operasi nanti.

Sebelumnya diberitakan, Titi telah siap menjalani operasi pengecilan lambung.

Ia mengaku siap lahir batin demi kembali mencapai berat badan ideal dan menjalani kehidupan normal.

Editor : Nur Atika Pratiwi