Diduga Korupsi Dana Desa Rp 419 Juta, Kades Ini Jadi Tersangka

Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Rujianto (BONEPOS.COM - NUR ALAM ABRA).

BONEPOS.COM, SOPPENG - Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tidpikor) Polres Soppeng, akan menetapkan, Armiati, Kepala Desa (Kades) Labae, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng, Sulsel sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa.

"Insya Allah, minggu depan kami panggil yang bersangkutan (Kades Labae) dan akan ditetap statusnya dari saksi menjadi tersangka kasus korupsi ADD dan DD," kata Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Rujianto kepada Bonepos.com, Kamis, 17 Januari 2019.

Rujianto menyebutkan, Armiati ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik terhadap 30 orang saksi diantaranya Sekdes, Bendahara, PPK, Pendamping Desa, aparat Desa serta rekanan dalam proyek di Desa tersebut.

"Modusnya adalah melakukan markup harga material dan meberikan laporan pertanggung jawaban fiktif untuk honor pekerja pada tahun 2017. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 30 orang saksi yang dilakukan penyidik," ungkapnya.

Atas perbuatanya itu, lanjut Rujianto, tersangka akan dijerat UU 31 tahun 1999 pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 1999, sebagi mana diubah dalam UU 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KHUP dengan ancaman hukaman maksimal 20 tahun penjara.

Untuk diketahui, pada tahun 2017 lalu, pemerintah pusat dan pemerintah Kabupaten Soppeng mengucurkan Anggaran Dana Desa dan Dana Desa ke Desa Labae sebesar Rp 2 Miliar. Anggaran tersebut diduga diselewengkan sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 419.866.000.

Nur Alam Abra