Proyek Aspuri Tak Kunjung Rampung, Polisi Periksa PPK Dinas PUPR Sinjai

Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Norman, (BONEPOS.COM - IST).

BONEPOS.COM, SINJAI - Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sinjai, memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Pemkab Sinjai, Muh Badri Hatta, Kamis, 17 Januari 2019.

Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Noorman Haryanto mengatakan, Muh Badri dimintai keterangannya terkait proyek pembangunan Asrama Putri (Aspuri) Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sinjai (HIPPMAS) di Makassar yang belum rampung hingga saat ini.

"PPK pada proyek Aspuri itu sudah dua kali memenuhi panggilan penyidik. Dan hingga saat ini yang bersangkutan masih sebatas dimintai keterangan saja terkait proyek yang belum rampung," kata Noorman kepada Bonepos.com, Kamis malam.

Norman menjelaskan, untuk mengetahui secara pasti adanya kerugian negara dalam proyek tersebut, pihaknya masih menunggu batas adendum proyek Aspuri tersebut berakhir dan telah melalui proses audit.

"Proyek ini sementara adendum, jadi kita akan menunggu batas adendum itu berakhir, agar penyidik nantinya lebih mudah mengetahui, apakah ada kerugian negara pada proyek Aspuri ini," jelasnya.

Terpisah, Muh Badri, yang dikonfirmasi Bonepos.com, membenarkan bahwa dirinya telah dua kali memenuhi panggilan penyidik di Polres Sinjai terkait proyek Aspuri dengan menyertakan dokumen terkait pelaksanaan proyek tersebut.

"Ia, itu benar. Sebaiknya nanti besok saja kita bicarakan dikantor," singkatnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan Aspuri yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar itu dibangun dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus pada APBD tahun 2018 senilai Rp 2,3 miliar lebih melalui Dinas PUPR Pemkab Sinjai.

Ironisnya, hingga saat ini, proyek yang dikerjakan CV.Sumber Resky Abadi, itu tak kunjung rampung dikerjakan, padahal proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut harusnya rampung pada 21 Desember 2018 lalu.

Suparman Warium