Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir Diyakini Bukan Alasan Politis

BONEPOS.COM – Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir dinyatakan bebas tanpa syarat setelah Presiden Joko Widodo mengutus ketua umum Partai Bulan Bintang sekaligus penasihat hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, untuk mengurus proses pembebasan tersebut.

Abu Bakar Ba'asyir akan meninggalkan Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, awal minggu depan setelah syarat-syarat administrasi pembebasan diselesaikan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meyakini tidak ada muatan politis atas pembebasan tanpa syarat terhadap terpidana kasus teror Abu Bakar Ba'asyir oleh Presiden Joko Widodo. Kebijakan itu diklaim karena pertimbangan kemanusiaan.

"Sama sekali tidak ada muatan politik pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir, semata mempertimbangkan usia yang sudah udzur dan ini wajib diberikan pada penghuni Rutan siapapun," kata Wakil Ketua Komisi Hukum MUI, Ikhsan Abdullah, Minggu, 20 Januari 2019.

Ikhsan mengatakan, MUI merasa lega dan bersyukur atas pembebasan Ba'asyir oleh presiden. Dia pun memberikan apresiasi kepada Kepala Negara.

"Kami semua lega dan bersyukur dan mari kita sambut dan doakan Ustadz Abu bakar Ba'asyir. Bagaimanapun Pak Jokowi sangat membantu upaya ini semua, kita harus apresiasi," imbuhnya.

Editor : Nur Atika Pratiwi