Terendam Air, Jalur Poros Bone-Wajo Via Pammana Ditutup

Jalur darat yang menghubungkan antara Kabupaten Bone dengan Kabupaten Wajo, tepatnya di Dusun Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, ditutup akibat banjir dengan ketinggian air antara 90 sentimeter hingga 1 meter. (BONEPOS.COM - AHMAD KAISAR).

BONEPOS.COM, WAJO - Jalur darat yang menghubungkan antara Kabupaten Bone dengan Kabupaten Wajo, tepatnya di Dusun Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, ditutup akibat banjir dengan ketinggian air antara 90 sentimeter hingga 1 meter.

Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Muhammad Yusuf saat dihubungi Kamis, 24 Januari 2019 siang, mengatakan akibat luapan banjir yang menutupi ruas jalan, jalur poros Bone-Wajo via jalan tersebut terpaksa ditutup baik dari arah Bone maupun sebaliknya.

"Ketinggian air saat ini mencapai 90 centimeter, sehingga tidak dapat dilintasi kendaraan Roda 4 maupun Roda 6, sedangkan sepeda motor hanya dapat melintas melalui rakit swadaya masyarakat setempat," kata Muhammad Yusuf kepada Bonepos.com.

Saat ini lanjut Dia, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Polsek perbatasan Bone dan Soppeng untuk membantu memberikan papan himbauan kepada masyarakat pengguna jalan agar tidak melintas daerah Cempa jalan poros Wajo-Bone karena jalan tertutup luapan banjir.

"Saat ini arus lalu lintas kendaraan baik dari Bone maupun Wajo dialihkan ke poros Salonro, Soppeng. Dan saat ini kondisi arus lalu lintas terpantau lancar," terang mantan Kasat Lantas Polres Bone ini.

Untuk diketahui, jalur poros Bone-Wajo via Pammana ini merupakan lokasi yang sudah menjadi langganan banjir setiap terjadi musim hujan. Posisi badan jalan yang rendah membuat ruas jalan ini dengan mudah terendam air sungai Walanae saat meluap.

Ahmad Kaisar