Gara-gara Utang Rokok, Korban Gempa Palu Ini Ditangkap Polisi Bone

korban gempa palu
Muhammad Assad, 40 tahun. Pria korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah saat diamankan anggota Resmob, Polres Bone (BONEPOS.COM - IST).

BONEPOS.COM, BONE - Sudah jatuh tertimpa tangga pula, pepatah ini dialami oleh Muhammad Assad, 40 tahun. Pria korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah itu harus ditangkap Polisi lantaran memiliki utang rokok dengan teman bisnisnya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Informasi yang dihimpun Bonepos.com, pria asal Jalan Jalur Gaza Kelurahan Kabonena, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu diamankan anggota Satuan Resmob Polres Bone bersama tim Resmob Polda Palu, pada Sabtu, 26 Januari 2019 kamarin.

Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Muhammad Pahrum kepada wartawan mengatakan, tersangka diamankan berdasarkan laporan Hj. Sahari Bulan, 46 tahun, warga Amessangeng, Desa Apala, Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone, tanggal 23 Juli 2018 lalu.

Dijelaskan Pahrum, pelaku mengambil barang dagangan korban yakni rokok berbagai merk sebanyak 1.100 pak dengan maksud untuk membantu korban untuk mengecer barang dagangannya tersebut dan adapun nantinya hasil dari penjualan tersebut pelaku berjanji akan menyerahkan kepada korban.

"Adapun hasil dari penjualan rokok tersebut tidak diserahkan kekorban sehingga atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 179.963.000, sehingga korban melaporkan kasus tersebut ke Polisi," ungkap Pahrum, Selasa, 29 Januari 2019.

Sementara itu berdasarkan hasil introgasi, pelaku mengaku telah lama menjalin bisnis rokok dengan korban, sedangkan mengenai uang hasil penjualan rokok tersebut diakuinya telah Dia pergunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Pelaku berdalih bahwa akan mengembalikan uang korban namun pelaku belum menyanggupinya karena di baru saja terkena musibah Tsunami," ungkap Pahrum.

Atas perbuatannya itu, kini pelaku mendekam di sel tahanan Mapolres Bone. Pelaku dijerat pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Ahmad Kaisar