Survei Puskaptis: Prabowo-Sandi Unggul dari Jokowi-Ma’ruf di Sulawesi

Pasangan calon Presiden Jokowi-Ma'Ruf Amin dan Prabowo-Sandi saling bersalaman usai mengikuti debat Capres-Cawapres beberapa waktu lalu. (BONEPOS.COM - INT).

BONEPOS.COM, JAKARTA - Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menggelar survei tingkat keterpilihan pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019 di seluruh wilayah di Indonesia, termasuk di Pulau Sulawesi.

Hasilnya, pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul dari paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin di pulau tersebut.

Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid, menyebut, Prabowo-Sandi berhasil meraih suara 47,74 persen, sementara Jokowi-Ma’ruf 35,07 persen.

“Masyarakat di Pulau Sulawesi yang mendukung kuat pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi meliputi Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo,” kata Husin saat konferensi pers hasil survei Puskaptis di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Meski Prabowo-Sandi mendominasi empat dari enam provinsi di Sulawesi, ungkap Husin, namun di Sulawesi Utara (Sulut) dan Sulawesi Barat Jokowi-Ma’ruf masih unggul.

“Empat wilayah dari enam provinsi di kawasan Sulawesi yang diungguli nomor urut 02 Prabowo-Sandi meliputi Provinsi Sulawesi Selatan 50,00 persen, Sulawesi Tengah 81,82 persen, Sulawesi Tenggara 68,42 persen, dan Gorontalo 66,67 persen.

Menurut Husin, unggulnya elektabilitas Prabowo-Sandi di Sulawesi itu dikarenakan figur Sandiaga yang dianggap mewakili pemilih melenial dan disukai komunitas emak-emak.

Selain itu, lanjut dia, pasangan tersebut juga dianggap mampu memperbaiki ekonomi rakyat, menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Survei Puskaptis itu dilakukan pada 8-14 Januari 2019 secara proporsional di 34 provinsi yang punya hak pilih dalam Pilpres 17 April 2019, yaitu mereka yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah dan terdaftar di KPU sebagai pemilih ketika survei dilakukan.

Jumlah sampel responden yang diambil sebanyak 2100 dan dilakukan secara random sistematis, dengan margin error + 2,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling.

Ahmad Rusli